Kudetekno – Semangat karyawan Meta sedang berada di titik terendah akibat serangkaian PHK masif. Kondisi ini diperparah dengan penempatan karyawan ke divisi AI yang disebut ‘gulag’. Istilah tersebut mencerminkan suasana kerja paksa atau penjara dalam unit tersebut.
“Gulag” merupakan kiasan kuat yang menggambarkan beratnya tekanan kerja di unit Artificial Intelligence Meta. Para karyawan merasa dipaksa dan terjebak dalam lingkungan yang sangat menuntut. Ini menunjukkan adanya ketidakpuasan mendalam di kalangan pekerja.
Insiden terbaru yang mengguncang internal Meta adalah pembajakan presentasi live khusus karyawan. Seorang peserta meluapkan amarahnya dan mengajak semua orang menghina eksekutif senior. Kejadian ini membuat salah satu presenter sampai harus menutupi wajahnya karena terkejut.
Ledakan emosi tersebut, menurut laporan Wired, adalah cerminan kemarahan terpendam di unit Applied AI. Divisi ini menaungi sekitar 6.500 insinyur dan manajer yang bekerja keras. Mereka ditugaskan mendukung ambisi besar Meta dalam pengembangan AI.
Unit Applied AI memang menjadi tulang punggung bagi visi Meta di masa depan teknologi. Perusahaan sangat berinvestasi dalam riset dan pengembangan kecerdasan buatan. Hal ini menciptakan ekspektasi tinggi serta beban kerja yang masif bagi tim.
Gelombang PHK yang tiada henti selama beberapa tahun terakhir telah menghancurkan moral karyawan Meta. Mereka yang bertahan seringkali merasa tidak aman dan cemas akan masa depan. Perpindahan ke divisi AI yang intensif ini menambah tekanan psikologis yang luar biasa.
Situasi ini menyoroti budaya perusahaan yang mungkin terlalu menekan dan kurang memperhatikan kesejahteraan mental karyawan. Manajemen Meta perlu mengevaluasi kembali strategi internal mereka. Membangun lingkungan kerja yang positif sangat krusial untuk inovasi berkelanjutan.
Meskipun ambisi Meta di bidang AI sangat besar, keberhasilan jangka panjang bergantung pada tim yang termotivasi. Produktivitas dan kreativitas akan terganggu jika karyawan terus merasa seperti di ‘gulag’. Meta harus segera mencari cara untuk mengembalikan kepercayaan dan semangat kerja para insinyur mereka.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Kudetekno
Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇







