Kacamata AR Rp 39 Juta Pengganti Smartphone Tuai Kritik Pedas

Kacamata AR Rp 39 Juta Pengganti Smartphone Tuai Kritik Pedas
Kacamata AR Rp 39 Juta Pengganti Smartphone Tuai Kritik Pedas

Kudetekno – Dunia teknologi kembali dihebohkan dengan inovasi ambisius dari Snap Inc. Perusahaan di balik Snapchat ini meluncurkan kacamata augmented reality (AR) terbarunya bernama Specs. Perangkat canggih ini diklaim siap menggantikan peran vital smartphone dalam kehidupan sehari-hari. Specs dibanderol dengan harga fantastis mencapai USD 2.195 atau setara Rp 39 juta di kurs saat ini.

Angka tersebut tentu jauh melampaui harga rata-rata smartphone flagship di pasaran. Harga premium ini langsung menjadi sorotan utama di kalangan pengamat teknologi. CEO Snap, Evan Spiegel, tidak ragu menggembar-gemborkan Specs sebagai awal era komputasi baru.

Menurutnya, smartphone selama ini mengurung kehidupan kita di dalam saku. Specs justru membawa pengalaman komputasi langsung ke dunia nyata, tempat interaksi sesungguhnya terjadi. Visi Spiegel ini terdengar futuristik dan revolusioner bagi sebagian orang.

Bayangkan saja, petunjuk arah langsung muncul di pandangan mata tanpa perlu menatap layar ponsel. Pengukuran objek atau bantuan AI untuk proyek bisa dilakukan secara instan tanpa jeda. Meskipun demikian, klaim ambisius ini tidak luput dari kritik pedas.

Salah satu poin krusial adalah daya tahan baterai Specs yang hanya sekitar empat jam. Durasi singkat ini jelas menjadi hambatan besar bagi perangkat yang ingin menggantikan fungsi smartphone sepanjang hari. Pengguna smartphone modern terbiasa dengan daya tahan baterai yang bisa bertahan seharian penuh.

Keterbatasan Specs ini menimbulkan pertanyaan serius tentang kepraktisan penggunaan jangka panjang. Apalagi dengan harga yang sangat tinggi, ekspektasi terhadap performa tentu juga ikut melambung. Para kritikus juga mempertanyakan kesiapan infrastruktur dan ekosistem untuk adopsi AR secara massal. Meskipun potensinya besar, transisi dari kebiasaan menggunakan smartphone ke kacamata AR memerlukan adaptasi signifikan. Apakah masyarakat siap membayar mahal untuk sebuah konsep yang masih dalam tahap awal?

Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Kudetekno

Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇

Also Read

Bagikan:

Andra Mahendra

Halo! Aku Andra Mahendra, penulis di KudeTekno yang fokus di dunia game kompetitif kayak Mobile Legends, PUBG, dan Free Fire.

Leave a Comment