Kudetekno – Harga komponen memori global terus meroket tajam akhir-akhir ini. Di tengah situasi ini, Meta mengambil langkah efisiensi yang sangat tak biasa. Mereka mendaur ulang RAM DDR4 lawas untuk server AI generasi terbarunya.
Langkah ini terdengar kontradiktif mengingat server AI modern secara default mendukung DDR5. Memori DDR4 dan DDR5 memiliki arsitektur serta spesifikasi yang sangat berbeda. Mengintegrasikan keduanya memerlukan solusi teknis yang canggih.
Meta berhasil mengakali batasan teknis tersebut melalui inovasi brilian. Perusahaan mengembangkan sebuah chip ASIC CXL 2.0 kustom yang dinamakan “Vistara”. Chip ini menjadi jembatan antara RAM DDR4 usang dan sistem AI mutakhir.
Vistara memungkinkan RAM DDR4 lawas berfungsi optimal dalam lingkungan server AI. Chip ini bertindak sebagai adaptor cerdas yang mengelola komunikasi data. Dengan demikian, Meta bisa memanfaatkan stok memori yang sudah ada secara efisien.
Keputusan ini bukan hanya soal penghematan biaya operasional yang signifikan. Ini juga menunjukkan komitmen Meta terhadap keberlanjutan lingkungan. Mereka mengurangi limbah elektronik dengan memaksimalkan penggunaan hardware lama.
Inovasi seperti Vistara membuka jalan baru bagi industri teknologi. Perusahaan lain mungkin akan terinspirasi untuk mencari solusi serupa. Pemanfaatan kembali komponen lama bisa menjadi tren di masa depan.
Detail lengkap mengenai proyek ini dipresentasikan Meta dalam konferensi ISCA 2026. Penjelasan tersebut mengungkap kompleksitas rekayasa di balik Vistara. Ini membuktikan kecerdasan teknis tim insinyur Meta.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Kudetekno
Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇







