Mantan Orang Dekat Nadiem Makarim Diduga Terlibat Kasus Chromebook, Kok Bisa?

Mantan Orang Dekat Nadiem Makarim Diduga Terlibat Kasus Chromebook, Kok Bisa?
Mantan Orang Dekat Nadiem Makarim Diduga Terlibat Kasus Chromebook, Kok Bisa?

Kudetekno – Mantan orang dekat Menteri Nadiem Makarim, Jurist Tan, kok ya bisa keseret kasus korupsi Chromebook? Seriusan deh, berita ini tuh bikin mikir, “Lho, kok bisa?” Orang yang dulu deket banget sama Mas Menteri, punya rekam jejak oke di dunia teknologi, eh malah diduga terlibat dalam kasus yang nominalnya nggak main-main, triliunan rupiah! Gimana ceritanya, ya? Yuk, kita bedah bareng-bareng.

Latar Belakang Jurist Tan: Dari Startup Hingga Kemendikbudristek

Rekam Jejak di Dunia Teknologi dan Pendidikan

Jurist Tan ini, guys, bukan orang sembarangan. Dia itu salah satu tokoh penting di balik kesuksesan Gojek. Bayangin aja, bareng sama Nadiem Makarim dan Brian Cu, dia ikut bangun startup ride-hailing yang sekarang jadi GoTo. Keren, kan? Pendidikan dia juga nggak kaleng-kaleng. Alumni Yale University, lulusan Magister Administrasi Publik dalam Pembangunan Internasional (MPA/ID) lagi. Jadi, ya, smart lah pokoknya.

Tapi, yang agak bikin penasaran, informasi pribadinya tuh kayak disembunyiin gitu. Tempat tanggal lahir, agama, nggak banyak yang tahu. Profilnya emang agak tertutup. Kayaknya dia tipe yang fokus kerja, nggak terlalu suka umbar-umbar personal life. Ya, hak masing-masing sih, ya kan?

Peran Jurist Tan di Kemendikbudristek

Nah, ini nih yang jadi sorotan. Di era kepemimpinan Nadiem Makarim, Jurist Tan diangkat jadi Staf Khusus Mendikbudristek Bidang Pemerintahan. Tugasnya? Kasih masukan strategis soal kebijakan pendidikan. Kedengerannya keren, ya? Tapi, ternyata di balik layar, dia diduga punya peran penting dalam pengadaan Chromebook yang sekarang jadi masalah. Kejagung bilang, Jurist dan stafsus lain, Fiona Handayani, itu yang “ngarahin” kajian teknis biar milih Chromebook. Padahal, kajian sebelumnya udah nunjukkin Chromebook nggak efektif karena internet di Indonesia belum rata. Hmm, mulai agak aneh, kan?

Dugaan Keterlibatan dalam Kasus Korupsi Chromebook

Kronologi Kasus Pengadaan Chromebook

Oke, gini, kasus ini tuh bermula dari program digitalisasi pendidikan yang digagas Kemendikbudristek zaman Nadiem. Anggarannya gede banget, Rp 9,9 triliun! Detailnya, Rp 6,3 triliun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Rp 3,5 triliun dari dana satuan pendidikan. Kebayang nggak tuh sebanyak apa? Nah, Kejagung curiga ada “permainan” di balik pengadaan ini. Mereka menduga ada manipulasi kajian teknis yang sengaja mengabaikan rekomendasi laptop Windows demi milih Chromebook. Jujur aja, aku juga sempat mikir, kenapa harus Chromebook ya? Apa emang ada udang di balik batu?

Peran Jurist Tan dalam Pengadaan Chromebook

Jurist Tan, bareng tiga tersangka lain (Ibrahim Arief, Sri Wahyuningsih, dan Mulyatsyah), resmi jadi tersangka tanggal 15 Juli 2025. Kata Kejagung, Jurist ini yang nyusun analisis buat “ngarahin” pengadaan ke Chromebook. Wah, perannya lumayan penting juga ya di sini.

Penetapan Tersangka dan Penggeledahan

Tanggal 21 Mei 2025, apartemen Jurist di Ciputra World 2 digeledah. Hasilnya? 24 barang bukti disita! Ada laptop, ponsel, dokumen, buku agenda… beuh, kayaknya lagi bongkar brankas rahasia aja. Makin penasaran, nih!

Upaya Penangkapan dan Keberadaan Jurist Tan di Australia

Kendala Penangkapan dan Status Red Notice Interpol

Nah, ini nih yang bikin kasusnya jadi makin rumit. Jurist ini beberapa kali nggak dateng pas dipanggil Kejagung. Alasannya? Lagi ngajar di luar negeri. Sampe sekarang, Kejagung belum berhasil nangkep dia. Lokasinya nggak jelas. Udah dicekal juga, tapi tetep aja… kayaknya licin banget nih orang.

MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) dapet info katanya Jurist Tan ada di Australia. Kejagung juga diminta nerbitin red notice buat Jurist. Red notice itu kayak surat sakti dari Interpol buat nyari orang di seluruh dunia.

Informasi Keberadaan Jurist Tan di Australia

Kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, Jurist Tan udah dua bulan terakhir ini tinggal di Australia. Sempet keliatan di Sydney dan Alice Spring. MAKI janji mau kasih info ini ke penyidik biar pengejarannya makin gencar. Ya, semoga aja cepet ketangkep deh, biar kasusnya jelas. Rasanya kayak nungguin ending drakor yang banyak plot twist-nya.

Desakan MAKI untuk Pengusutan Tuntas dan Kemungkinan Tersangka Baru

Tuntutan Pengembangan Kasus dan Dugaan Keterlibatan Pihak Lain

MAKI nggak cuma nyuruh Kejagung nyari Jurist, tapi juga minta kasusnya dikembangin. Mereka curiga ada pihak lain yang terlibat. Ya iyalah, masak iya seorang Jurist Tan bisa main sendirian? Pasti ada yang “ngeramein” juga, kan?

Desakan Pemeriksaan Nadiem Makarim

Yang paling bikin heboh, MAKI juga mendesak Kejagung buat meriksa Nadiem Makarim! Mereka bilang, kalo ada bukti yang cukup, Nadiem juga harus jadi tersangka. Wah, ini sih udah kayak bola panas. Seriusan nih, Mas Menteri juga ikut keseret?

Intinya sih, kasus ini tuh kompleks banget. Dari pengadaan Chromebook yang gede banget anggarannya, sampe dugaan keterlibatan orang-orang penting. Kita tunggu aja deh kelanjutannya kayak apa. Semoga aja kebenaran cepet terungkap dan yang bersalah dapet ganjaran yang setimpal. Gimana menurut kamu? Apakah ini cuma puncak gunung es? Atau emang ada konspirasi besar di balik semua ini? Kasih tau pendapatmu di kolom komentar, ya! ***

Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇

Also Read

Bagikan:

Dimas Riyadi

Halo! Aku Dimas Riyadi, penulis di KudeTekno yang suka banget eksplor aplikasi-aplikasi baru. Mulai dari tools AI sampai aplikasi produktivitas.

Leave a Comment