Kudetekno – Aurora Hijau vs. Merah di Film Sore, Ternyata Ini Lho Bedanya!
Pernah nggak sih kamu lihat film yang menampilkan aurora? Pasti keren banget, ya kan? Nah, kalau biasanya aurora itu identik dengan warna hijau yang memukau, di film “Sore”, kita disuguhkan pemandangan aurora merah yang dramatis. Bikin penasaran, kan? Jujur aja, aku juga sempat mikir, “Emang ada aurora merah beneran? Atau cuma efek film aja?” Nah, daripada penasaran terus, yuk kita bahas bareng bedanya aurora hijau dan merah, dan apakah aurora merah itu beneran ada di dunia nyata!
Apa Itu Aurora?
Oke, sebelum masuk ke perbedaan warna, kita kenalan dulu sama si aurora ini. Jadi, aurora itu fenomena alam berupa pancaran cahaya yang menari-nari di langit malam, biasanya di daerah kutub. Bahasa kerennya aurora borealis (di kutub utara) dan aurora australis (di kutub selatan). Tapi, kenapa bisa muncul cahaya-cahaya cantik kayak gitu? Sederhananya, gini: Matahari kan suka ngeluarin partikel-partikel bermuatan, yang disebut angin matahari. Nah, angin matahari ini “nabrak” gas-gas yang ada di atmosfer bumi. Tabrakan itulah yang bikin gas-gas itu jadi bercahaya, dan muncullah aurora dengan berbagai warna. Kayak kembang api, tapi ini versi alam semesta! Intensitas badai matahari, yang sering diukur dengan indeks Kp, juga ngaruh banget sama warna aurora yang muncul. Semakin kuat badainya, semakin beragam warnanya. Plus, kondisi atmosfer kayak polusi cahaya dan cuaca juga ikutan nimbrung, mempengaruhi seberapa jelas aurora bisa kita lihat, terutama yang merah.
Aurora Hijau
Nah, kalau aurora hijau itu bisa dibilang “seleb”-nya aurora. Soalnya, ini warna yang paling sering kita lihat, baik di foto, video, atau kalau kita beruntung lihat langsung. Kenapa hijau? Jadi, warna hijau ini muncul karena partikel dari matahari tadi bertabrakan sama molekul oksigen. Lokasinya di ketinggian sekitar 100-180 kilometer di atas permukaan bumi. Kebayang kan, tingginya kayak apa? Nitrogen yang “ketabrak” itu jadi tereksitasi (semacam jadi semangat gitu, deh), dan pas dia balik ke kondisi semula, dia melepaskan cahaya berwarna hijau. Jadi, kalau kamu lihat aurora di Norwegia, Islandia, atau Antartika, kemungkinan besar yang kamu lihat itu aurora hijau. Keren kan?
Aurora Merah
Oke, sekarang giliran si “misterius” aurora merah. Emang sih, aurora merah ini nggak sepopuler aurora hijau. Soalnya, kemunculannya jauh lebih jarang. Tapi, bukan berarti nggak ada, ya! Aurora merah itu beneran ada, kok. Nah, kenapa aurora bisa berwarna merah? Prosesnya mirip kayak aurora hijau, tapi bedanya, tabrakan partikel matahari itu terjadi sama oksigen di ketinggian yang lebih tinggi, sekitar 200-300 kilometer di atas Bumi. Di ketinggian segitu, oksigennya lebih “jarang”. Makanya, butuh badai geomagnetik yang lebih kuat buat bikin aurora merah muncul. Seriusan, ini langka banget! Lokasinya juga biasanya lebih deket ke ekuator dibanding aurora hijau. Tapi, ya itu dia, intensitasnya lebih redup, jadi agak susah dilihat pake mata telanjang. Dalam beberapa budaya, aurora merah juga dikaitkan sama makna simbolis tertentu, kayak pertanda perubahan besar atau bahkan kejadian buruk. Ya, walaupun kadang bikin tambah bingung juga sih sama mitos-mitos kayak gitu. Nah, kalo di film “Sore”, mungkin aurora merah itu dipake buat memperkuat suasana dramatisnya, atau menandakan sesuatu yang penting dalam cerita. Intinya sih, ya gitu… kamu ngerti lah maksudnya.
Warna Aurora Lainnya
Eh, ngomong-ngomong soal warna aurora, ternyata nggak cuma hijau dan merah aja lho! Ada juga warna-warna lain yang bisa muncul, walaupun lebih jarang.
Aurora Biru dan Ungu
Aurora biru dan ungu ini lebih langka lagi. Biasanya muncul pas lagi ada aktivitas matahari yang tinggi banget. Katanya sih, warna-warna ini muncul pas partikel matahari bertabrakan sama nitrogen di atmosfer bumi, tapi lokasinya lebih rendah, sekitar 60 mil atau kurang. Kebayang nggak sih, gimana kerennya kalau bisa lihat aurora biru atau ungu? Pasti memorable banget!
Aurora Kuning dan Merah Muda
Kalau aurora kuning dan merah muda, ini biasanya hasil “campuran” warna. Jadi, pas lagi ada aurora merah sama hijau (buat kuning) atau merah sama biru (buat merah muda), nah, muncullah aurora dengan warna-warna cantik ini. Intinya sih, makin banyak aktivitas matahari, makin banyak variasi warna aurora yang bisa kita lihat. Rasanya kayak nungguin mie instan mateng padahal cuma 3 menit!
Jadi, gimana? Udah nggak penasaran lagi kan sama bedanya aurora hijau dan merah? Intinya, aurora itu fenomena alam yang super keren dan kompleks. Warna-warnanya tergantung sama jenis gas di atmosfer, ketinggian, dan intensitas badai matahari. Aurora hijau emang yang paling umum, tapi aurora merah juga nyata, kok. Bahkan, ada juga warna-warna lain kayak biru, ungu, kuning, dan merah muda. Semoga dengan penjelasan ini, kamu jadi lebih appreciate sama keindahan alam semesta, ya! Dan siapa tahu, suatu hari nanti kamu bisa lihat sendiri aurora yang menari-nari di langit malam. Kalau udah lihat, jangan lupa cerita-cerita ya! Atau malah bikin film sendiri, kayak Yandy Laurens di film “Sore”. Siapa tahu kan, film kamu nanti bisa bikin orang penasaran sama aurora kayak gini juga! ***
Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇










