Kudetekno – Kebayang nggak sih, lagi asyik-asyiknya main di gunung, eh malah nemu jasad manusia? Serem, tapi nyata. Cerita ini datang dari Kohistan, Pakistan. Ada seorang gembala nemuin jasad seorang pria yang udah hilang selama 28 tahun di gletser yang lagi mencair. Gila, 28 tahun! Untungnya, identitasnya ketahuan dari kartu identitas yang masih ada di sakunya. Kebayang nggak sih perasaan keluarganya? Penantian panjang yang akhirnya terjawab, meski dengan kenyataan yang pahit.
Kisah Haru, Jasad Pria Ini Akhirnya Ditemukan Setelah 28 Tahun Menghilang di Gletser
Ini bukan cerita horor, seriusan deh. Tapi lebih ke kisah tentang waktu, alam, dan kenangan. Jasad pria ini, yang bernama Naseeruddin, ditemukan di tengah gletser yang mencair. Pertanyaannya, kok bisa ya jasadnya awet banget selama itu? Nanti kita bahas lebih lanjut. Tapi yang pasti, penemuan ini bikin banyak orang terenyuh. Gimana nggak, 28 tahun itu bukan waktu yang singkat.
Penemuan Jasad Naseeruddin Setelah 28 Tahun
Jadi, ceritanya gini…
Kronologi Penemuan
Seorang gembala bernama Omar Khan lagi nyari rumput buat hewan ternaknya di daerah yang namanya Lady Valley. Daerahnya itu terpencil dan bergunung-gunung di Kohistan, Pakistan. Tiba-tiba, dia ngeliat sesuatu yang aneh. Awalnya mungkin dikira manekin atau apalah, eh ternyata… jasad manusia! Kondisinya lumayan oke loh, bahkan pakaiannya juga masih utuh. “Apa yang saya lihat sungguh luar biasa. Jenazahnya masih utuh. Pakaiannya bahkan tidak robek,” begitu kata Omar Khan, yang dikutip dari BBC Urdu. Jujur aja, aku juga sempat mikir, kok bisa ya?
Identifikasi Jasad
Setelah polisi dateng, mereka nemuin kartu identitas di jasad tersebut. Namanya Naseeruddin. Dari situ, polisi mulai nyari informasi dan akhirnya nemuin keluarganya. Bayangin deh, udah puluhan tahun nggak ada kabar, tiba-tiba dapet berita kayak gini. Sedih pasti, tapi setidaknya sekarang mereka tau apa yang terjadi sama Naseeruddin. Akhirnya bisa dimakamkan dengan layak.
Peran Perubahan Iklim dalam Penemuan
Nah, ini juga yang menarik. Kenapa jasad Naseeruddin baru ditemukan sekarang? Ternyata, perubahan iklim punya andil besar dalam penemuan ini. Gletser di wilayah Kohistan itu mencair lebih cepat karena curah salju yang berkurang drastis dalam beberapa tahun terakhir. Alhasil, jasad Naseeruddin yang tadinya tertutup es abadi, akhirnya muncul ke permukaan. Ironis ya? Perubahan iklim yang bikin bumi makin panas, malah jadi penyebab terungkapnya sebuah misteri. Seriusan, dunia ini emang penuh kejutan.
Kisah Naseeruddin dan Keluarga
Oke, sekarang kita kenalan lebih jauh sama Naseeruddin. Siapa dia? Kok bisa hilang selama 28 tahun?
Kejadian Hilangnya Naseeruddin
Menurut cerita, Naseeruddin punya istri dan dua anak. Pada Juni 1997, dia lagi naik kuda bareng kakaknya, Kathiruddin. Waktu itu, mereka lagi dalam pelarian karena ada perseteruan keluarga. Pas lagi di lembah, Naseeruddin masuk ke dalam gua. Tapi, dia nggak balik-balik lagi. Kathiruddin udah nyariin, bahkan minta bantuan warga sekitar, tapi hasilnya nihil. Dulu, mungkin orang mikirnya udah nggak ada harapan lagi. Siapa sangka, 28 tahun kemudian, takdir berkata lain.
Kenangan Sang Kakak
Kathiruddin, kakak dari Naseeruddin, cerita ke BBC Urdu tentang kejadian hilangnya adiknya. Dia inget banget waktu itu mereka lagi nyari tempat aman setelah ada masalah keluarga. Sedih banget pasti ya, udah kehilangan adik, terus selama puluhan tahun nggak tau keberadaannya. Sekarang, dia dan keluarganya bisa tenang karena jasad Naseeruddin udah ditemukan.
Penjelasan Ilmiah Mengapa Jasad Utuh
Ini nih yang bikin penasaran. Kok bisa ya jasad Naseeruddin masih utuh setelah 28 tahun di dalam gletser? Ternyata, ada penjelasan ilmiahnya loh.
Proses Pembekuan Alami di Gletser
Menurut Prof. Muhammad Bilal, kepala Departemen Lingkungan Hidup di Comsats Islamabad University, suhu dingin yang ekstrem di dalam gletser membekukan jasad Naseeruddin dengan sangat cepat. Proses pembekuan ini mencegah pembusukan. Jadi, kayak di-pause gitu deh prosesnya.
Faktor Suhu Rendah dan Kekurangan Oksigen
Selain itu, kurangnya kelembaban dan oksigen di dalam gletser juga bikin jasadnya termumifikasi secara alami. Suhu rendah juga memperlambat atau menghentikan aktivitas mikroorganisme (bakteri dan jamur) yang bertanggung jawab atas pembusukan. Bayangin aja kayak sayuran yang disimpan di kulkas, jadi lebih awet kan? Kurang lebih kayak gitu lah prosesnya.
Intinya sih, perpaduan antara suhu ekstrem, kurangnya oksigen, dan kelembaban rendah, bikin jasad Naseeruddin awet banget di dalam gletser. Keren ya, alam emang punya cara sendiri buat ngawetin sesuatu.
Jadi, begitulah cerita tentang Naseeruddin, pria yang hilang selama 28 tahun dan akhirnya ditemukan di gletser yang mencair. Kisah ini ngingetin kita tentang banyak hal. Tentang waktu yang terus berjalan, tentang perubahan iklim yang nyata, dan tentang kenangan yang nggak pernah pudar. Gimana menurut kamu? Kalo kamu jadi keluarganya Naseeruddin, apa yang bakal kamu rasain? Coba deh bayangin. Atau punya pengalaman serupa? Share dong di kolom komentar! Siapa tau kita bisa saling berbagi cerita. ***
Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇










