Film 731, Mengungkap Kengerian di Balik Eksperimen Jepang yang Mencengangkan

Film 731, Mengungkap Kengerian di Balik Eksperimen Jepang yang Mencengangkan
Film 731, Mengungkap Kengerian di Balik Eksperimen Jepang yang Mencengangkan

Kudetekno – Film “731” lagi rame banget dibicarain nih. Seriusan, film asal China ini bukan film perang biasa lho. Ini tentang kisah nyata yang bikin merinding, eksperimen mengerikan yang dilakukan tentara Jepang zaman dulu. Kebayang nggak sih, betapa ngerinya? Film ini kayak membuka kotak pandora, ngungkit lagi luka lama yang melibatkan banyak negara. Jujur aja, aku juga sempat mikir, “berani banget ya bikin film kayak gini?”

Kisah di Balik Layar Film “731”

Jadi gini, film “731” ini bukan cuma sekadar film yang dibuat buat nakut-nakutin. Film ini punya misi, kayak pengen nunjukkin ke dunia, “eh, ini lho yang dulu pernah terjadi.” Makanya, nggak heran kalau film ini langsung jadi box office di China, ngalahin film-film perang lainnya. Tanggal premiernya juga pas banget, tanggal 18 September, yang ternyata adalah peringatan Insiden Mukden. Kalau nggak salah inget, itu tuh awal mula Jepang nyerang Manchuria, dan banyak yang bilang itu awal Perang Dunia II.

Bayangin deh, bikin film tentang kekejaman kayak gini, pasti ada yang pro dan kontra. Apalagi hubungan China sama Jepang kan nggak selalu harmonis. Tapi, menurut media China, film ini justru jadi ajang buat nunjukkin keadilan sejarah dan memperkuat suara China di panggung dunia. Keren sih, berani! Film ini nyeritain tentang tahanan bernama Wang Yongzhang, diperanin sama Jiang Wu. Dia digambarin sebagai pahlawan yang berani ngelawan dan ngajakin tahanan lain buat kabur. Beberapa adegan penyiksaannya juga digambarin gamblang banget, bikin ngilu sendiri ngebayanginnya. Kabarnya sih, film ini juga bakal dirilis di beberapa negara lain, termasuk Amerika Serikat, Australia, Korea Selatan, dan Malaysia. Tapi ya gitu deh, kayaknya kecil kemungkinan buat tayang di Jepang. Ya, gimana ya, pasti sensitif banget kan buat mereka.

Unit 731: Sejarah Kelam Perang Biologi Jepang

Oke, sekarang kita ngomongin soal Unit 731. Nah, ini nih yang jadi jantungnya kengerian di film ini. Unit 731 itu semacam detasemen khusus yang dibentuk sama Angkatan Darat Kekaisaran Jepang. Kerjaan mereka? Nggak main-main, penelitian perang biologi dan kimia. Tapi caranya itu lho, yang bikin geleng-geleng kepala. Mereka ngelakuin eksperimen kejam banget sama manusia selama Perang China-Jepang Kedua dan Perang Dunia II.

Eksperimen Mengerikan pada Manusia

Seriusan, eksperimen yang dilakuin Unit 731 itu bukan kayak eksperimen di lab yang pakai tikus putih. Ini manusia beneran yang jadi kelinci percobaannya. Bayangin deh, mereka disuntik penyakit, dikasih dehidrasi parah, diuji coba senjata biologis, diambil organnya tanpa bius, bahkan sampai diamputasi! Korban-korban ini diculik buat jadi bahan percobaan, nggak peduli laki-laki, perempuan, anak-anak, bahkan bayi yang lahir dari korban pemerkosaan! Ngeri banget kan? Rasanya kayak lagi nonton film horor paling sadis.

Korban dari Berbagai Negara

Korban dari Unit 731 ini nggak cuma orang China aja lho. Ada juga orang Korea, Rusia, Mongolia, bahkan mungkin ada juga dari negara lain. Jadi, ini bukan cuma masalah antara China dan Jepang aja, tapi masalah kemanusiaan yang mengerikan. Menurut perkiraan, ada sekitar 14.000 orang yang dibunuh di Unit 731 antara tahun 1936 dan 1945. Bahkan, ada yang bilang sekitar 300.000 orang meninggal karena penyakit menular yang disebar sama Unit 731 dan afiliasinya. Lokasinya di Harbin, kota terbesar di Manchukuo, negara boneka Jepang.

Pengakuan dari Mantan Anggota Unit 731

Yang bikin lebih merinding lagi, ada beberapa mantan anggota Unit 731 yang berani buka suara dan ngakuin perbuatan mereka. Salah satunya, Akira Makino, yang bilang pernah ngelakuin operasi dan amputasi ke tawanan perang tanpa bius. Setelah itu, tawanannya dieksekusi dengan cara digantung. Katanya sih, dia juga diperintah buat ngelakuin pembedahan perut dan eksperimen lain ke pria, wanita, dan anak-anak. Dia bilang dia ngerasa ngeri banget ngelakuin itu ke orang-orang nggak bersalah, tapi dia terpaksa karena takut dibunuh kalau nggak patuh. Baru-baru ini juga, ada Hideo Shimizu, yang dulu direkrut jadi kadet di Harbin pas umurnya masih 14 tahun, cerita pengalamannya di fasilitas itu. Dia dibawa ke ruang spesimen dan ngeliat potongan-potongan tubuh manusia yang diawetin pakai formalin. Katanya, dia ngeliat ada anak-anak juga di sana, dan dia kaget banget, nggak nyangka mereka tega ngelakuin itu ke anak kecil. Ya Allah, kebayang nggak sih trauma seumur hidup kayak gimana?

Kontroversi dan Reaksi Internasional

Udah bisa ditebak lah ya, film ini pasti menuai kontroversi. Ada yang bilang ini cuma propaganda China buat nyudutin Jepang, ada juga yang bilang ini cara buat ngingetin dunia tentang kekejaman perang. Tapi yang jelas, film ini udah berhasil ngebuka diskusi tentang sejarah kelam yang selama ini kayak ditutup-tutupi. Reaksi internasional juga macem-macem. Ada yang mendukung, ada yang skeptis, ada juga yang nggak peduli. Tapi yang jelas, film ini udah berhasil narik perhatian dunia.

Ya intinya sih, film “731” ini bukan cuma sekadar film horor yang nakut-nakutin. Ini film tentang sejarah, tentang kemanusiaan, dan tentang keadilan. Walaupun kadang bikin merinding dan nggak nyaman, tapi menurutku film ini penting buat ditonton, biar kita nggak lupa sama sejarah dan biar kita bisa belajar dari kesalahan masa lalu. Pernah nggak sih kamu ngerasa kayak… “wah, film ini bener-bener bikin mikir”? Nah, kayak gitu deh. Jadi, gimana? Penasaran pengen nonton film “731”? Atau justru malah jadi takut? Apapun itu, semoga artikel ini bisa nambah wawasan dan bikin kita lebih menghargai perdamaian ya! Jangan lupa share pendapatmu di kolom komentar! ***

Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇

Also Read

Bagikan:

Salsabila Rahmawati

Penggemar biologi dan lingkungan. Menulis untuk menginspirasi rasa ingin tahu dan kecintaan pada alam dan sains.

Leave a Comment