Kudetekno – Oke, siap! Mari kita bedah drama Zuckerberg dan Meta ini, kayak lagi ngerumpi di warung kopi.
Ketika Zuckerberg Berjuang Mempertahankan Instagram dan WhatsApp
Pernah nggak sih kamu ngebayangin Mark Zuckerberg keringetan? Nah, kali ini, dia beneran “keringetan” bukan karena coding, tapi karena harus berjuang di pengadilan buat mempertahankan “anak-anak kesayangannya,” Instagram dan WhatsApp. Seriusan deh, bayangin aja, udah beli mahal-mahal, eh, mau dicabut lagi sama pemerintah. Nggak asik, kan? Tapi tenang, Zuck dan Meta akhirnya menang! Hakim memutuskan Meta nggak memonopoli media sosial. Fiuh… lega!
Kemenangan Meta atas Gugatan Antitrust
Jadi gini ceritanya, pemerintah Amerika Serikat, lewat Komisi Perdagangan Federal (FTC), pengen banget Meta dipaksa buat “cerai” sama Instagram dan WhatsApp. Alasannya? Mereka nuduh Meta ini udah kelewat kuat, kayak raksasa yang nge-monopoli pasar media sosial. FTC pengennya Meta distrukturisasi ulang, atau minimal, ya, jual deh tuh IG sama WA. Drama banget, kan?
Upaya FTC Membatalkan Akuisisi
FTC ini mikirnya gini: Meta itu jor-joran banget ngeluarin duit buat beli calon-calon pesaing. Tujuannya, ya, biar nggak ada yang bisa ngalahin mereka. Instagram dibeli, WhatsApp juga disikat. Jadi, FTC pengen “mengembalikan persaingan” di dunia maya. Intinya sih, biar nggak Meta doang yang berkuasa.
Respon Meta dan FTC
Meta? Ya jelas nggak terima lah. Mereka bilang produk-produk mereka tuh justru bikin manfaat buat masyarakat dan bisnis. Lagian, ini kan bukti inovasi dan pertumbuhan ekonomi Amerika, kata jubir Meta. Mereka juga nggak sabar pengen terus kerja sama sama pemerintah dan investasi di Amerika. Gimana tuh? Keliatan kan pembelaannya? Sementara itu, FTC bilang mereka “sangat kecewa” dengan putusan hakim. Sekarang mereka lagi mikir-mikir, mau ngapain lagi nih selanjutnya. Masih ada opsi lain nggak ya?
Argumen dalam Persidangan
Persidangan ini kayak sinetron, penuh drama dan adu argumen. Dua belah pihak saling lempar bukti dan alasan. Seru!
Alasan FTC Menggugat
FTC ini nggak main-main. Mereka bilang Meta itu punya monopoli atas platform berbagi konten di AS. Mereka nganggap pesaing utama Meta itu cuma Snapchat dan MeWe, aplikasi yang fokusnya ke privasi. Yang bikin bingung, mereka nggak ngitung platform lain kayak X (dulu Twitter), TikTok, YouTube, dan Reddit. Padahal, kan, orang-orang juga banyak yang main di sana, ya nggak sih?
Pembelaan Meta
Nah, Meta nggak mau kalah dong. Mereka bilang FTC itu udah salah besar karena nggak ngeliat TikTok sebagai pesaing. TikTok itu udah kayak “monster” di dunia media sosial, yang bikin Meta harus keluar duit miliaran dolar buat ngembangin Reels. Meta juga bilang, beli perusahaan yang punya fitur bagus itu strategi bisnis yang sah-sah aja. Daripada bikin dari nol, mending beli yang udah jadi, kan lebih cepet?
Putusan Hakim dan Perubahan Lanskap Media Sosial
Akhirnya, hakim Boasberg memutuskan Meta menang! Tapi kenapa? Apa pertimbangannya?
Pertimbangan Hakim Boasberg
Hakim Boasberg ini sependapat sama Meta. Dia bilang lanskap media sosial tuh udah berubah banget. Dulu mah, iya, Facebook raja. Sekarang? Udah banyak saingan! Bukti di persidangan juga nunjukkin kalo pengguna tuh sering pindah-pindah antara YouTube, TikTok, dan aplikasi Meta pas lagi ada gangguan layanan. Jadi, nggak bisa dibilang Meta itu satu-satunya pilihan.
Dampak TikTok pada Persaingan
Nah, ini dia yang penting. TikTok itu udah jadi ancaman serius buat Meta. Saking seriusnya, Meta harus ngeluarin duit USD 4 miliar tahun lalu cuma buat Reels! Boasberg bilang, FTC itu salah karena nggak ngitung YouTube dan TikTok sebagai pesaing. Bahkan, kata dia, “cuma dengan memasukkan TikTok aja udah cukup buat menggugurkan kasus FTC.” Wah, nampol banget kan argumennya?
Jadi, gitu deh ceritanya. Meta menang, Zuckerberg bisa senyum lebar, dan Instagram serta WhatsApp aman di tangan mereka. Tapi, persaingan di dunia media sosial tetep sengit. TikTok makin menggila, YouTube masih jadi primadona, dan Meta harus terus puter otak biar nggak ketinggalan. Kita sebagai pengguna? Ya, nikmatin aja lah drama ini sambil scroll-scroll konten seru. Kira-kira, apa ya langkah Meta selanjutnya? Apakah Reels bisa beneran ngalahin TikTok? Atau jangan-jangan, muncul lagi aplikasi baru yang lebih bikin heboh? Kita tungguin aja deh. Jangan lupa juga buat komen di bawah, siapa tau kamu punya pendapat lain soal kasus ini. Seru nih buat didiskusiin! ***
Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇









