Kudetekno – Banjir bandang di Sumatra November 2025 itu… aduh, parah banget ya? Seriusan deh, kayaknya makin ke sini bencana alam tuh makin nggak kira-kira. Apalagi banjir, tiap musim hujan bawaannya was-was mulu. Nah, ini nih, ada riset terbaru yang ngebahas kenapa banjir di Indonesia kayaknya makin menggila aja. Penasaran kan? Yuk, simak!
Penyebab Banjir Makin Parah Menurut Riset UGM
Jadi gini, guys, ada penelitian dari UGM yang ngebahas soal ini. Mereka bilang, salah satu penyebab utama kenapa banjir makin parah adalah karena…
Deforestasi dan Perubahan Iklim
Ini sih kayaknya udah jadi rahasia umum ya? Tapi tetep aja, dampaknya nggak main-main. Bayangin aja, hutan yang seharusnya jadi “penampung” air, malah ditebangin buat kebun atau bahkan bangunan. Terus, perubahan iklim juga bikin curah hujan jadi nggak karuan. Kadang kering kerontang, kadang hujan badai kayak mau kiamat. Kan berabe! Kata Dr. Hatma Suryatmojo dari UGM, penataan kawasan yang lemah juga bikin hutan makin gampang dialihfungsikan jadi kebun sawit. Hutan lindung yang seharusnya nyerap air, malah jadi korban. “Banjir bandang di November 2025 itu mungkin salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir,” ujarnya. Serem ya?
Kapasitas Alam Terbatas
Nah, ini juga penting nih. Alam tuh punya batasnya, guys. Ibaratnya, kayak gelas yang kalau diisi air terus menerus ya pasti luber juga. Sama kayak lingkungan, kalau terus-terusan dirusak, ya akhirnya “mbales” juga dengan bencana. Makanya, menurut penelitian UGM, kita harus seimbangin antara pembangunan infrastruktur sama pelestarian lingkungan. Jangan cuma mikirin bangun ini itu, tapi lupa sama alam.
Riset Ecology and Society: Perubahan Tata Guna Lahan Picu Banjir
Eh, nggak cuma UGM aja lho yang neliti soal ini. Ada juga riset dari jurnal Ecology and Society yang bilang kalau perubahan tata guna lahan juga jadi biang kerok banjir. Jujur aja, aku juga sempat mikir, “Tata guna lahan? Apaan tuh?” Ternyata, intinya sih soal gimana lahan itu dipake buat apa. Dan hasilnya? Wah, nggak nyangka sih…
Perkebunan Monokultur dan Siklus Air
Jadi gini, guys, perkebunan monokultur itu maksudnya perkebunan yang cuma nanem satu jenis tanaman aja. Misalnya, kebun sawit atau kebun karet. Nah, ternyata perkebunan kayak gini tuh bisa ngerusak siklus air. Kok bisa? Soalnya, tanaman monokultur tuh nggak bisa nyerap air sebanyak tanaman hutan. Alhasil, pas hujan deras, airnya langsung ngalir ke permukaan dan bikin banjir. Pernah nggak sih kamu ngerasa kayak, “Kok banjirnya makin sering ya?” Nah, mungkin salah satu penyebabnya ya ini.
Dampak Pembangunan Bendungan dan Saluran Drainase
Ini juga menarik nih. Ternyata, pembangunan bendungan dan saluran drainase tuh nggak selalu jadi solusi. Kadang, malah bikin masalah baru. Soalnya, bendungan tuh bisa ngubah aliran air alami. Sementara itu, saluran drainase yang nggak direncanain dengan bener malah bisa bikin air makin cepet ngalir ke sungai dan bikin banjir bandang. Seriusan deh, kadang solusi yang kita kira bagus, malah jadi bumerang.
Ketegangan Sosial Antara Petani Kecil dan Pemilik Kebun Sawit
Nah, ini nih yang paling ngenes. Ternyata, banjir tuh nggak cuma masalah lingkungan, tapi juga masalah sosial. Soalnya, seringkali banjir tuh bikin petani kecil rugi, sementara pemilik kebun sawit yang gede malah nggak terlalu kena dampaknya. Alhasil, ya terjadilah ketegangan dan konflik sosial. Rasanya kayak nungguin mie instan mateng padahal cuma 3 menit, bikin kesel sendiri!
Solusi: Perlindungan Tanah dan Perencanaan Tata Ruang
Terus, solusinya gimana dong? Ya, nggak mungkin kan kita cuma bisa ngeluh doang? Menurut para peneliti, ada beberapa hal yang bisa kita lakuin. Salah satunya adalah perlindungan tanah dan perencanaan tata ruang yang lebih baik. Intinya sih, kita harus lebih peduli sama lingkungan dan mikirin dampak jangka panjang dari setiap pembangunan. Kita juga harus atur lanskap wilayah dan kontrol pembangunan saluran air.
Eh, ngomong-ngomong, soal perlindungan tanah, inget nggak dulu waktu SD diajarin soal reboisasi? Nah, itu tuh salah satu contohnya. Terus, soal tata ruang, ya kita harus mikirin bener-bener, lahan ini cocoknya buat apa. Jangan asal bangun aja. Kalau nggak, ya siap-siap aja kena banjir terus.
Ya, walaupun kadang bikin tambah bingung juga sih, tapi setidaknya kita udah tau akar masalahnya. Sekarang tinggal gimana kita sebagai masyarakat, pemerintah, dan pengusaha bisa kerja sama buat nyari solusi yang paling tepat. Kalau nggak, ya siap-siap aja banjir makin menggila di Indonesia. Jadi, gimana menurut kamu? Apa yang bisa kita lakuin buat ngurangin risiko banjir? Share dong pendapatmu! Siapa tahu, ide kamu bisa jadi solusi buat masalah ini. Yuk, mulai dari diri sendiri! ***
Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇









