Data Pribadi Kita Dikirim ke AS? Mastel Kasih Solusi!

Data Pribadi Kita Dikirim ke AS? Mastel Kasih Solusi!
Data Pribadi Kita Dikirim ke AS? Mastel Kasih Solusi!

Kudetekno – Data Pribadi Kita Dikirim ke AS? Mastel Kasih Solusi!

Eh, pernah kepikiran nggak sih, data-data pribadi kita yang kayaknya sepele ini, ternyata punya nilai yang gede banget di era digital sekarang? Bayangin aja, nama, alamat, nomor telepon, bahkan kebiasaan belanja online kita, semua itu bisa jadi informasi berharga buat perusahaan-perusahaan gede. Nah, sekarang muncul lagi nih isu soal transfer data pribadi masyarakat Indonesia ke Amerika Serikat. Seriusan ini!

Mungkin kamu mikir, “Ah, nggak penting lah, toh gue bukan siapa-siapa.” Tapi, sebenernya ini penting banget lho. Soalnya, kalau data kita sampai bocor atau disalahgunakan, bisa repot urusannya. Bisa aja tiba-tiba dapat telepon penawaran nggak jelas, atau bahkan jadi korban penipuan online. Nggak lucu, kan? Makanya, Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) ikut turun tangan nih, mereka punya usulan buat ngadepin masalah ini.

Kekhawatiran Transfer Data ke AS

Gini, transfer data ke AS ini sebenernya bagian dari kesepakatan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Tapi, banyak yang khawatir, termasuk Mastel, soal keamanan dan perlindungan data pribadi kita. Jujur aja, aku juga sempat mikir, “Wah, jangan-jangan data gue disalahgunakan nih.” Soalnya, aturan soal perlindungan data di AS kan beda sama di Indonesia. Gimana kalau data kita di sana nggak seaman di sini? Kan jadi was-was.

Yang bikin khawatir lagi, kita nggak tau data-data apa aja yang ditransfer ke AS, dan buat apa aja data itu dipake. Kalo data kita cuma dipake buat keperluan yang jelas dan nggak merugikan sih nggak masalah ya. Tapi, kalo dipake buat profiling atau target iklan yang terlalu personal, kan jadi nggak nyaman juga. Rasanya kayak diawasin terus.

Usulan Mastel: Pembentukan Komite Khusus

Nah, Mastel ini nggak tinggal diam aja. Mereka ngusulin buat ngebentuk komite khusus yang tugasnya buat ngawasin dan ngevaluasi transfer data pribadi ini. Komite ini nantinya bakal mastiin kalau transfer data ini sesuai sama aturan yang berlaku dan nggak ngerugiin masyarakat Indonesia. Keren kan?

Pertukaran Data Bilateral dan Resiprokal

Ketua Umum Mastel, Pak Sarwoto Atmosutarno, bilang gini, “Kita berpendapat dalam perdagangan digital yang paling berharga adalah data. Yang diinginkan adalah pertukaran dan pengelolaan data bersifat bilateral dan resiprokal kesetaraan sesuai dengan hukum dan peraturan masing-masing negara.” Intinya sih, Mastel pengennya pertukaran data ini adil dan saling menguntungkan, bukan cuma satu pihak aja yang diuntungkan.

Jadi, kalau ada data dari Indonesia yang ditransfer ke AS, harus ada juga data dari AS yang ditransfer ke Indonesia. Dan semua prosesnya harus sesuai sama hukum dan peraturan di kedua negara. Biar nggak ada yang merasa dirugikan.

Kepatuhan Terhadap UU ITE dan UU PDP

Penting juga nih, Mastel juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Jadi, semua pihak yang terlibat dalam transfer data ini, termasuk pihak dari AS, harus tunduk sama aturan-aturan ini.

Soalnya, UU ITE dan UU PDP ini kan udah jadi payung hukum buat melindungi data pribadi masyarakat Indonesia. Jadi, nggak boleh ada yang seenaknya sendiri dalam mengelola data pribadi kita. Kalo ada yang melanggar, ya harus ditindak tegas. Biar ada efek jera.

Kesenjangan Pemanfaatan Data

Yang jadi perhatian Mastel juga adalah soal kesenjangan pemanfaatan data. Mereka khawatir kalau data kita malah dipake buat kepentingan industri di AS, sementara industri di Indonesia nggak kebagian apa-apa. Ibaratnya, kita cuma jadi penonton aja, sementara yang lain pada pesta pora.

“Yang mereka harapkan tidak perlu tunduk kepada pihak lain, misalnya WTO. Yang jadi kekhawatiran adalah kesenjangan pemanfaatan, khususnya data pribadi dan data sensitif lainnya. Pengelolaannya menjadi industri kita lebih banyak impor daripada ekspor. Apalagi banyak kasus kita tidak berdaya terhadap adanya frauds,” kata Pak Sarwoto menambahkan. Ini seriusan bikin mikir sih.

Pernyataan Gedung Putih Terkait Kesepakatan Dagang

Eh, ngomong-ngomong soal kesepakatan dagang ini, Gedung Putih juga udah ngeluarin pernyataan resminya lho. Mereka bilang kalau kesepakatan ini bakal ngasih akses pasar yang lebih luas buat produk-produk Amerika di Indonesia. Tapi, di sisi lain, ada juga poin soal transfer data pribadi ke AS.

Penghapusan Hambatan Perdagangan Digital

Salah satu poin penting dalam kesepakatan ini adalah soal penghapusan hambatan perdagangan digital. Nah, di sini nih yang jadi masalah. Soalnya, poin ini mencakup tentang izin transfer data pribadi ke AS.

Transfer Data Pribadi ke AS Diizinkan

Dalam pernyataan Gedung Putih, disebutin kalau Indonesia bakal ngasih kepastian soal kemampuan buat mindahin data pribadi dari wilayahnya ke Amerika Serikat. Bahkan, Amerika Serikat diakui sebagai negara yang punya perlindungan data yang memadai berdasarkan hukum Indonesia.

“Indonesia akan memberikan kepastian terkait kemampuan untuk memindahkan data pribadi dari wilayahnya ke Amerika Serikat melalui pengakuan Amerika Serikat sebagai negara atau yurisdiksi yang menyediakan perlindungan data yang memadai berdasarkan hukum Indonesia,” ujar Gedung Putih.

Perusahaan-perusahaan Amerika udah ngupayain reformasi ini selama bertahun-tahun. Jadi, bisa dibilang, kesepakatan ini jadi angin segar buat mereka. Tapi, buat kita sebagai masyarakat Indonesia, ya tetep harus waspada. Soalnya, data pribadi kita kan taruhannya.

Jadi, gimana nih? Agak bikin bingung juga ya? Di satu sisi, kita pengen Indonesia maju dalam bidang digital dan perdagangan. Tapi, di sisi lain, kita juga pengen data pribadi kita aman dan terlindungi. Kayaknya emang perlu ada pengawasan dan evaluasi yang ketat dari pemerintah dan pihak-pihak terkait. Biar semuanya bisa berjalan seimbang dan nggak ada yang dirugikan.

Intinya sih, Mastel udah ngasih solusi dengan ngusulin pembentukan komite khusus. Semoga aja usulan ini bisa didengerin dan diimplementasikan dengan baik. Biar kita sebagai masyarakat Indonesia bisa tenang dan nggak perlu khawatir lagi soal data pribadi kita. Gimana menurut kamu? Setuju nggak sama usulan Mastel ini? Atau punya pendapat lain? Jangan ragu buat share di kolom komentar ya! ***

Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇

Also Read

Bagikan:

Laras Ayu

Hai, aku Laras Ayu. Di KudeTekno, aku nulis soal aplikasi yang lagi tren, mulai dari edit foto, sosial media, sampai app lucu yang viral.

Leave a Comment