Kudetekno – Introvert? Ekstrovert? Atau malah bingung sendiri? Pernah nggak sih kamu ngerasa kayak nggak pas di dua kategori itu? Tenang, kamu nggak sendirian! Mungkin aja, kamu seorang otrovert. Jujur aja, aku juga sempat mikir, “Emang ada ya kepribadian kayak gitu?” Nah, artikel ini bakal ngebahas tuntas tentang si otrovert ini. Siapa tahu, abis baca ini, kamu jadi nemuin “jati diri” yang selama ini dicari-cari. Seriusan deh!
Apa Itu Otrovert?
Oke, jadi gini, selama ini kita kenalnya cuma dua kutub: introvert yang lebih suka nyantai sendiri dan ekstrovert yang nggak bisa diem tanpa keramaian. Nah, si otrovert ini kayak ada di tengah-tengah, tapi bukan berarti ambivert ya! (nanti kita bahas bedanya). Jadi, seorang psikiater bernama Dr. Rami Kaminski, memperkenalkan istilah “otrovert” buat ngegambarin orang yang… yaa… susah didefinisiin! Gampangnya, otrovert itu orang yang nggak terlalu nempel sama kelompok, tapi lebih seneng sama hubungan yang dalem dan bermakna. Ibaratnya, mending punya satu sahabat karib daripada seribu temen di Facebook. Kamu gitu juga nggak?
Nah, Dr. Kaminski ini bilang, otrovert itu kayak “grey area” antara introvert dan ekstrovert. Mereka nggak bener-bener ekstrovert yang energinya dapet dari ngumpul, tapi juga nggak kayak introvert yang langsung “lemes” kalo kelamaan di keramaian. Bingung? Sama! Tapi, intinya sih, mereka lebih suka interaksi yang personal dan berkualitas. Nggak kayak ngobrol basa-basi di pesta yang ujung-ujungnya lupa juga tadi ngomongin apa. Intinya sih, ya gitu… kamu ngerti lah maksudnya. Mereka lebih mandiri, kreatif, dan punya kecerdasan emosional (EQ) yang oke. Keren kan?
Ciri-ciri Utama Otrovert
Terus, gimana dong cara ngenalin si otrovert ini? Tenang, ada ciri-cirinya kok. Tapi inget ya, nggak semua orang sama persis. Ini cuma buat gambaran aja.
- Lebih Suka Ngamatin Daripada Ikutan: Otrovert itu seneng kok sama interaksi sosial, tapi mereka lebih sering jadi pengamat daripada yang aktif nyerocos. Kayak lagi nonton drama gitu deh. Mereka lebih suka nyimak, menganalisa, baru deh sesekali ikutan nimbrung.
- Hubungan Dekat Itu Lebih Berarti: Otrovert itu nggak butuh banyak temen. Buat mereka, yang penting punya beberapa orang yang bener-bener ngerti dan bisa diajak curhat sampe pagi. Kualitas daripada kuantitas, gitu deh prinsipnya.
Mikiran Hal-hal yang Nggak Biasa: Mereka ini suka out of the box
- thinking. Nggak terlalu peduli sama norma-norma sosial yang ada. Bukan berarti mereka anti sosial ya, justru mereka lebih suka milih koneksi yang tulus daripada cuma sekadar ngikutin tren.
* Nggak Takut Sendirian: Ini nih yang penting. Otrovert itu nyaman banget sama dirinya sendiri. Mereka bisa menikmati waktu sendiri tanpa merasa kesepian atau ketinggalan jaman. Justru, waktu sendiri itu buat mereka recharge energi. Rasanya kayak nungguin mie instan mateng padahal cuma 3 menit, eh tapi pas dimakan nikmatnya kebangetan!
Otrovert vs Ambivert
Nah, ini nih yang sering bikin ketuker. Bedanya otrovert sama ambivert itu apa? Ambivert itu kayak bunglon, bisa berubah-ubah tergantung situasi. Kadang jadi introvert, kadang jadi ekstrovert. Tergantung mood. Mereka bisa dapet energi dari ngumpul sama orang, tapi juga butuh waktu sendiri buat istirahat.
Kalo otrovert, beda lagi. Mereka itu consistently ngerasa nggak terlalu nyambung sama dinamika kelompok. Mereka nggak dapet energy boost dari keramaian. Mendingan ngobrol berdua sama temen deket sambil ngopi daripada ikutan gathering yang isinya cuma kenalan baru yang basa-basi. Intinya, ambivert itu lebih fleksibel, sedangkan otrovert lebih punya preferensi yang jelas.
Tokoh Terkenal dengan Kecenderungan Otrovert
Dr. Kaminski nyebutin beberapa tokoh sejarah yang mungkin punya kecenderungan otrovert. Siapa aja? Ada Frida Kahlo, pelukis terkenal yang hidupnya penuh lika-liku, Franz Kafka, penulis yang karyanya penuh dengan kegelisahan eksistensial, Albert Einstein, si jenius fisika yang lebih suka mikirin alam semesta daripada ngurusin gosip, dan Virginia Woolf, penulis novel yang gaya penulisannya unik dan mendalam.
Kalo dipikir-pikir, emang bener sih. Mereka semua punya ciri khas yang kuat dan nggak terlalu peduli sama apa kata orang. Ya, walaupun kadang bikin tambah bingung juga sih kalo dipikirin dalem-dalem. Tapi, ya sudahlah ya…
Jadi, gimana detikers? Abis baca ini, kamu ngerasa jadi seorang otrovert nggak? Kalo iya, selamat datang di dunia abu-abu yang penuh misteri! Yang penting, jangan lupa buat tetep jadi diri sendiri dan nikmatin hidup dengan cara yang paling nyaman buatmu. Jangan dengerin kata orang yang bilang kamu aneh atau nggak gaul. Yang penting, kamu bahagia! Udah gitu aja. Coba deh, share pengalamanmu di kolom komentar! Penasaran nih, cerita-cerita seru kalian. Siapa tahu, kita bisa bikin gathering otrovert bareng, haha! ***
Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇









