Kudetekno – Udah mau akhir September 2025 nih, tapi kok Perpres tentang Kecerdasan Buatan (AI) masih belum nongol juga ya? Bikin penasaran kan? Nah, dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sendiri udah ngasih update terbaru soal ini. Jadi, kenapa sih kok bisa kayak gini?
Perpres AI Tertunda, Ini Penjelasan Komdigi
Jadi gini, guys. Kata Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Pak Edwin Hidayat Abdullah, prosesnya sebenarnya udah mau selesai. Tinggal nunggu izin prakarsa sama harmonisasi dari kementerian-kementerian terkait. Nah, izin prakarsa ini kayak lampu hijau dari Presiden, lewat Sekretariat Negara (Setneg), biar rancangan peraturan ini bisa dibahas lebih lanjut. Kalau izinnya belum keluar, ya susah juga mau lanjut ke tahap berikutnya. Ibaratnya mau bikin kopi, airnya belum mendidih, gimana mau nyeduh?
“Perpres AI sudah, lagi proses izin prakarsa, sudah pembahasan. Jadi kalau izin prakasanya keluar, kita langsung bisa proses harmonisasi,” kata Pak Edwin waktu ditemui setelah acara peresmian Veeam Data Cloud di Jakarta, hari Kamis kemarin (25/9/2025).
Intinya gitu deh. Draftnya sih katanya udah kelar, tinggal nunggu “restu” dari Setneg. Tapi, ya namanya juga birokrasi, nggak bisa langsung cling selesai gitu aja. Banyak prosesnya. Dan dengan izin prakarsa yang belum keluar, otomatis harmonisasi lintas kementerian jadi molor juga. Soalnya kan banyak pihak yang terlibat.
Menunggu Izin Prakarsa dan Harmonisasi
Harmonisasi lintas kementerian ini emang nggak bisa dianggap enteng. Bayangin aja, ada 41 kementerian/lembaga yang ikut terlibat! Banyak kepala, banyak kepentingan. Jadi, ya butuh waktu buat nyamain persepsi. Nggak kayak masak mie instan yang tiga menit langsung jadi. Lebih mirip nungguin antrian BPJS, lamaaa…
“Sekarang lagi proses untuk dapatkan izin prakansanya, tapi sudah dikoordinasikan sekarang melalui Sesneg. Karena dari kita sudah menyerahkan draftnya,” jelas beliau.
Target Penyelesaian yang Meleset
Terus, gimana dong sama target penyelesaian di bulan September ini? Well, kayaknya sih nggak kekejar, guys. Pak Edwin sendiri juga nggak yakin bisa selesai bulan ini. Kemungkinan paling cepat ya Oktober 2025, itu juga kalau semua proses harmonisasi berjalan lancar. Tapi ya, namanya juga perkiraan, bisa aja meleset lagi.
“Nggak kejar, tapi karena kita sekarang sudah menyerahkannya ke Setneg. Nanti yang lead meeting ntar Setneg juga,” imbuh Pak Edwin.
Ya gimana ya, kita sebagai warga negara bisa apa selain nunggu dan berharap yang terbaik? Semoga aja Perpres AI ini cepet kelar, biar pengembangan AI di Indonesia bisa lebih terarah dan aman.
Dua Rancangan Perpres AI yang Dikebut Pemerintah
Oh iya, by the way, ternyata pemerintah lagi ngebut nyusun dua Perpres AI sekaligus lho! Dua-duanya penting banget buat jadi landasan pengembangan dan pengaturan AI di Indonesia.
Jadi, kata Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Pak Nezar Patria, ada dua rancangan yang dikerjakan barengan. Yang pertama, Perpres tentang peta jalan AI nasional, yang dibikin dalam bentuk white paper atau buku putih. Yang kedua, Perpres yang ngatur soal keselamatan dan keamanan dalam pemakaian AI. Penting banget kan?
“Soal Perpres AI, kita lagi merampungkan draft peta jalan AI nasional dan juga melakukan drafting untuk peraturan presiden. Ada dua ya, yang pertama untuk mengukuhkan semacam buku putih untuk peta jalan AI, lalu yang kedua mengatur tentang keselamatan dan keamanan dalam pemakaian AI,” jelas Pak Nezar waktu ditemui di acara Indonesia-UAE Government Experience Exchange Retreat, di Jakarta, Senin (15/9/2025) lalu.
Buku putih peta jalan AI ini kayaknya bakal jadi panduan gitu deh buat pengembangan AI di Indonesia. Isinya ya strategi, arah kebijakan, dan target-target yang pengen dicapai. Sementara Perpres soal keselamatan dan keamanan ini penting banget buat ngindarin penyalahgunaan AI yang bisa ngebahayain masyarakat. Bayangin aja kalau AI dipakai buat bikin hoaks atau nyebarin ujaran kebencian, kan berabe tuh!
Jadi, intinya pemerintah lagi serius banget buat ngatur perkembangan AI di Indonesia. Walaupun prosesnya agak molor, tapi ya kita berharap aja hasilnya nanti bisa maksimal. Semoga aja Perpres AI ini bisa jadi fondasi yang kuat buat pengembangan AI yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Gimana, udah lumayan kebayang kan kenapa Perpres AI ini masih tertunda? Ya namanya juga bikin aturan, nggak segampang bikin konten TikTok. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Tapi yang jelas, kita nggak boleh pesimis. Tetep dukung pemerintah buat nyelesain Perpres ini secepatnya. Siapa tau nanti kita bisa ikut kasih masukan juga buat perbaikan Perpres AI ini. Komen aja di bawah ya kalo punya ide! ***
Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇










