Kisah Miliarder Telegram, Kekayaan Tak Membuatnya Silau

Kisah Miliarder Telegram, Kekayaan Tak Membuatnya Silau
Kisah Miliarder Telegram, Kekayaan Tak Membuatnya Silau

Kudetekno – Pernah nggak sih kamu ngebayangin jadi miliarder? Punya duit segunung, bisa beli apa aja yang kamu mau. Tapi, ada lho miliarder yang justru nggak silau sama kekayaannya. Kita kenalan yuk sama Pavel Durov, pendiri Telegram. Orang kaya satu ini beda banget sama gambaran kita tentang orang berduit.

Kesederhanaan Seorang Miliarder

Gaya Hidup Minimalis

Bayangin aja, dengan duit yang nggak berseri, Pavel Durov ini dikenal banget sama gaya hidupnya yang minimalis. Nggak ada tuh cerita dia pamer mobil mewah atau jam tangan berlian. Penampilannya juga simpel banget, seringnya cuma pakai kaus warna gelap. Bikin kita mikir, “Seriusan nih miliarder?” Kayaknya emang bener deh, uang nggak selalu bikin orang jadi konsumtif.

Dia pernah lho bikin daftar hal-hal yang dia tinggalin demi kesehatan dan kesejahteraannya. Gokilnya, daftarnya panjang banget! Mulai dari alkohol, nikotin, narkoba, kafein, makanan cepat saji, gula, sampai… televisi! Seriusan? Rasanya kayak nungguin mie instan mateng padahal cuma 3 menit, berat banget pasti awalnya. Tapi, salut sih sama komitmennya.

Fokus pada Kesehatan dan Kesejahteraan

Intinya sih, buat Durov, kesehatan itu nomor satu. Dia sadar banget kalau kekayaan nggak ada artinya kalau badan sakit-sakitan. Makanya, dia bener-bener jaga banget apa yang dia konsumsi dan jauhin hal-hal yang bisa ngerusak kesehatan. Emang ya, hidup sehat itu mahal, tapi lebih mahal lagi kalau sakit. Bener nggak?

Pilihan Ponsel yang Tak Terduga

Menggunakan Samsung Galaxy A52

Nah, ini yang lebih bikin geleng-geleng kepala. Dengan kekayaan segitu, Durov malah pakai HP Samsung Galaxy A52! Iya, beneran! Galaxy A52, bukan iPhone keluaran terbaru atau HP flagship lainnya. Sempet viral juga tuh fotonya waktu dia nunjukin HP-nya yang udah buluk karena kepanasan di Dubai. Jujur aja, aku juga sempat mikir, “Masa iya sih miliarder HP-nya kayak gitu?”

Alasan di Balik Pilihan Tersebut

Ternyata, ada alasan di balik pilihan HP-nya itu. Katanya, dia sengaja pakai Galaxy A52 karena HP itu banyak dipake sama pengguna Telegram. Dia pengen ngerasain sendiri gimana pengalaman pengguna Telegram, biar bisa ngasih pelayanan yang lebih baik. Keren ya? Mikirnya jauh banget. Tapi, kayaknya dia udah mau ganti HP tuh, soalnya udah dua tahun pake dan kayaknya udah nggak kuat lagi ngadepin panasnya Dubai. Hehe.

Alasan Meninggalkan Rusia dan Pindah ke Dubai

Menolak Tekanan Pemerintah

Dulu, Durov sempet tinggal di Rusia, tapi akhirnya dia mutusin buat pindah. Alasannya? Dia nggak mau diatur-atur sama pemerintah. Dia pengen Telegram tetep independen dan bebas dari intervensi pihak manapun. “Aku lebih suka bebas daripada menerima perintah dari siapa pun,” gitu katanya. Wah, berani banget ya.

Pengalaman di Amerika Serikat

Sempet juga nyobain pindah ke Amerika Serikat. Tapi, ternyata nggak cocok juga. Katanya sih birokrasinya ribet banget, terus dia juga sempet kena jambret di San Francisco. Nggak enak banget kan? Udah gitu, dia ngerasa diawasin terus sama badan keamanan AS. Bahkan, dia bilang FBI sempet nyoba buat “nyogok” karyawannya buat nyari celah keamanan di Telegram. Serem juga ya.

Memilih Uni Emirat Arab sebagai Rumah Baru Telegram

Akhirnya, Durov milih Uni Emirat Arab (UAE) sebagai rumah baru buat Telegram. Kenapa UAE? Karena negara ini netral dan pengen temenan sama semua negara. Dia ngerasa UAE itu tempat yang paling pas buat Telegram, biar bisa tetep netral dan nggak berpihak ke siapa-siapa. Pilihan yang bijak sih menurutku.

Keluarga dan Warisan

Kontroversi Mengenai Jumlah Anak

Nah, ini nih yang agak kontroversial. Katanya, Durov punya lebih dari 100 anak hasil dari donasi sperma. Waduh, banyak banget ya! Tapi, bener apa nggaknya, ya nggak tau juga sih. Info dari media emang kadang suka bikin kaget.

Rencana Pembagian Warisan yang Adil

Terlepas dari jumlah anaknya yang simpang siur, Durov punya rencana yang jelas soal warisan. Katanya, semua anaknya bakal dapet bagian yang sama rata. Dia nggak mau anak-anaknya berantem gara-gara warisan setelah dia meninggal. Langkah yang bagus sih, biar nggak ada drama keluarga di kemudian hari.

Jadi, gimana menurut kamu kisah Pavel Durov ini? Bikin kita mikir ya, kekayaan itu nggak selalu bikin orang jadi berubah. Ada juga lho orang kaya yang tetep sederhana dan fokus sama hal-hal yang lebih penting dalam hidup. Mungkin kita bisa belajar sesuatu dari dia. Siapa tau, kan? Kalau kamu sendiri, lebih milih jadi miliarder yang sederhana atau yang hedon? Share pendapatmu di kolom komentar ya! ***

Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇

Also Read

Bagikan:

Laras Ayu

Hai, aku Laras Ayu. Di KudeTekno, aku nulis soal aplikasi yang lagi tren, mulai dari edit foto, sosial media, sampai app lucu yang viral.

Leave a Comment