Nvidia Beberkan 2 Profesi Paling Dicari di Tengah Gempuran AI

Nvidia Beberkan 2 Profesi Paling Dicari di Tengah Gempuran AI
Nvidia Beberkan 2 Profesi Paling Dicari di Tengah Gempuran AI

Kudetekno – Nvidia lagi rame nih dibicarain. Bukan cuma soal kartu grafis buat nge-game atau bikin AI aja, tapi juga soal masa depan pekerjaan. Katanya sih, di tengah gempuran AI yang bikin banyak orang parno kehilangan kerjaan, justru ada beberapa profesi yang bakal super dicari. Seriusan?

Profesi yang Paling Dicari di Era AI Menurut Nvidia

Oke, jadi gini. CEO Nvidia, Jensen Huang, bilang bahwa nggak semua pekerjaan bakal digantiin robot. Justru, ada banyak banget peluang buat anak muda yang punya keterampilan praktis. Nggak perlu gelar sarjana yang mentereng, tapi punya skill yang beneran kepake di lapangan. Nah, kira-kira profesi apa aja tuh yang bakal jadi primadona di era AI ini?

Kebutuhan Tenaga Kerja Terampil di Sektor Fisik

Huang nyebutin satu hal yang sering kita lupain: AI itu butuh infrastruktur! Buat bangun dan maintain semua pusat data raksasa yang jadi otaknya AI, kita butuh orang-orang yang jago di bidang fisik. Kebayang nggak sih?

Tukang Listrik, Tukang Ledeng, dan Tukang Kayu: Profesi yang Akan Meledak

“Kalau kamu tukang listrik, tukang ledeng, atau tukang kayu – kita bakal butuh ratusan ribu orang kayak gitu buat bangun semua pabrik ini,” kata Huang dalam sebuah wawancara. Bener juga ya? Emang siapa coba yang mau benerin server AI kalau ada masalah kelistrikan? Robot juga butuh teknisi!

Katanya lagi nih, segmen keterampilan teknis di semua negara bakal mengalami ledakan. Pertumbuhannya? Bisa berlipat ganda tiap tahun! Wah, lumayan banget kan prospeknya?

Investasi Besar di Pusat Data Mendorong Permintaan

Nggak main-main emang investasinya. Nvidia aja kabarnya mau gelontorin 100 miliar dolar AS ke OpenAI buat bangun pusat data AI. McKinsey juga memperkirakan belanja modal global buat pembangunan pusat data bisa nyentuh 7 triliun dolar AS di tahun 2030. Itu duit semua, bro!

Bayangin aja, satu pusat data seluas 23.000 meter persegi bisa mempekerjakan sampai 1.500 pekerja konstruksi selama masa pembangunannya. Gede banget kan?

Gaji Tinggi dan Peluang Karir yang Menjanjikan

Terus, gajinya gimana? Katanya sih, para pekerja konstruksi ini bisa ngantongin sekitar 100.000 dolar AS atau sekitar Rp 1,6 miliar per tahun plus uang lembur. Gokil!

Dan setelah pusat data selesai dibangun, tetep butuh sekitar 50 pekerja buat ngelola fasilitas. Tapi yang lebih keren lagi, masing-masing pekerjaan ini bakal menciptakan 3,5 pekerjaan tambahan di lingkungan sekitar. Efek domino yang positif nih!

Pandangan CEO Lain tentang Keterampilan Praktis

Eh, tapi Huang bukan satu-satunya CEO yang mikirin soal ini. CEO BlackRock, Larry Fink, juga pernah ngingetin bahwa Amerika Serikat terancam kekurangan teknisi listrik gara-gara deportasi tenaga kerja imigran dan kurangnya minat anak muda terhadap pekerjaan terampil. Seriusan nih?

Kekhawatiran Kurangnya Tenaga Kerja Terampil di Amerika Serikat

Fink bahkan bilang, “Gue udah ngasih tau anggota Trump bahwa kita bakal kehabisan teknisi listrik yang kita butuhin buat bangun pusat data AI.” Wah, sampe segitunya ya? Berarti emang beneran genting nih masalahnya.

Penting banget buat kita mikirin ini. Jangan cuma fokus sama pekerjaan yang keren-keren di bidang software aja. Keterampilan praktis juga nggak kalah penting, bahkan bisa jadi lebih dibutuhkan di era AI ini. Siapa yang sangka, kan?

Jadi intinya sih, jangan meremehkan kekuatan tangan dan otak yang terlatih. Di tengah gempuran AI, justru keterampilan praktis bakal jadi aset berharga yang nggak bisa digantiin sama robot. Siapa tahu, profesi tukang listrik atau tukang ledeng malah jadi incaran perusahaan-perusahaan teknologi raksasa di masa depan. Ya kan?

Gimana menurut kamu? Mulai kepikiran buat ambil kursus keterampilan teknis? Atau mungkin udah punya pengalaman di bidang ini? Share dong di kolom komentar! Siapa tahu bisa jadi inspirasi buat yang lain. ***

Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇

Also Read

Bagikan:

Fikri Maulana

Suka ngulik fisika dan hal-hal yang kelihatan rumit tapi sebenernya seru banget. Nulis biar sains nggak cuma jadi teori di buku.

Leave a Comment