Prabowo Targetkan Internet Super Cepat? Ini Kata Ahli!

Prabowo Targetkan Internet Super Cepat? Ini Kata Ahli!
Prabowo Targetkan Internet Super Cepat? Ini Kata Ahli!

Kudetekno – Prabowo Subianto punya target ambisius nih buat internet Indonesia: super cepat! Katanya, pengen ngebut sampai 100 Mbps. Wah, kenceng banget ya? Tapi, emang bisa? Apa nggak ngayal tuh? Nah, makanya kita dengerin nih kata ahli, kira-kira gimana pendapat mereka soal target ini. Penting banget loh, soalnya internet udah kayak napasnya zaman sekarang. Kalau lemot, ya repot semua urusan.

Target Kecepatan Internet 100 Mbps: Mungkinkah Tercapai?

Seriusan, 100 Mbps? Itu kayak download film HD dalam hitungan detik! Tapi, ya balik lagi, mungkinkah? Banyak yang bilang sih, ambisius banget. Tapi, ambisius kan nggak selalu jelek, ya kan? Yang penting, ada usaha dan strategi yang bener buat nyampe ke sana.

Kondisi Internet Indonesia Saat Ini

Jujur aja, kalau ngomongin kecepatan internet di Indonesia, kadang bikin elus dada. Kadang cepet, kadang… ya gitu deh. Kita sering banget kan ngerasain buffering pas lagi nonton video atau meeting online? Rasanya kayak nungguin mie instan mateng padahal cuma 3 menit, lamaaa banget!

Nah, menurut data dari Ookla Speedtest Global Index, kecepatan internet mobile kita rata-rata sekitar 40 Mbps, sedangkan fixed broadband sekitar 34 Mbps. Lumayan sih, tapi kalau dibandingin sama negara tetangga, ya masih jauh ketinggalan. Ibaratnya, kita lagi lari maraton tapi startnya telat. Harus ngebut banget nih!

Open Access Sebagai Solusi?

Salah satu cara yang diusulin buat ngebutin internet kita adalah dengan skema open access. Intinya sih, jaringan yang udah ada dibuka buat semua operator. Jadi, nggak cuma satu operator aja yang bisa pakai. Tujuannya biar penetrasi internet lebih cepet dan efisien.

Pakar telekomunikasi dari ICT Institute, Heru Sutadi, bilang konsep open access ini sebenarnya udah lama ada. Contohnya di frekuensi 2,4 GHz dan 5,8 GHz. Di sana, harga spektrumnya dinol-in dan dipakai bareng-bareng. Ya, walaupun kadang crowded juga sih penggunanya. Tapi, tetep aja lebih baik daripada nggak ada sama sekali, kan?

Tantangan Penerapan Open Access

Walaupun kedengerannya keren, tapi open access ini juga punya tantangan tersendiri. Nggak semudah balikin telapak tangan, bro! Ada beberapa hal yang perlu diperhatiin biar nggak malah jadi masalah di kemudian hari.

Potensi Masalah Hukum

Ini nih yang paling bikin deg-degan. Kata Pak Heru, kalau nanti spektrumnya berbayar, bisa ada potensi masalah hukum. Soalnya, selama ini kan kalau frekuensi dialokasikan ke operator A, ya sinyalnya harus buat operator A doang. Kalau dipakai bareng-bareng, bisa dianggap pelanggaran hukum.

Pak Heru juga nyebutin kasus IM2 sebagai contoh. Dulu, IM2 pernah kena masalah gara-gara penggunaan frekuensi. Ini jadi preseden penting yang harus diperhatiin sebelum implementasi open access. Jangan sampai kejadian lagi deh, ribet urusannya!

Keterlibatan Aparat Penegak Hukum

Makanya, sebelum diimplementasi, Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital) juga ngelibatin aparat penegak hukum. Tujuannya biar nggak ada masalah hukum di masa depan terkait penggunaan spektrum jaringan. Ya, walaupun kadang bikin tambah bingung juga sih, tapi ya lebih baik mencegah daripada mengobati, kan?

Frekuensi 1,4 GHz Sebagai Uji Coba

Nah, rencananya, frekuensi 1,4 GHz bakal jadi tempat uji coba buat skema open access ini. Frekuensi ini dialokasikan buat ngidupin lagi layanan broadband wireless access (BWA) bagi jaringan tetap lokal berbasis packet switched. Agak teknis ya? Intinya sih, buat bikin internet lebih cepet dan murah ke pelosok-pelosok.

Tujuan Pemanfaatan Frekuensi 1,4 GHz

Jadi, dengan frekuensi 1,4 GHz ini, penyelenggara jaringan diminta buat ngebuka jaringannya ke semua penyelenggara lain. Biar penetrasi internet lebih cepet dan efisien. Kayak yang dibilang Pak Wayan dari Komdigi, frekuensi 1,4 GHz ini bakal jadi vorijder (pembuka jalan) biar fiber optik bisa jadi utama, dan frekuensi 1,4 GHz jadi akses ke pelanggan.

Dampak Positif Bagi Industri dan Masyarakat

Kalau skema ini berhasil, dampaknya bakal positif banget buat industri telekomunikasi dan masyarakat. Secara industri, mereka bisa lebih efisien dalam investasi. Nggak perlu bangun jaringan sendiri-sendiri, tinggal pakai yang udah ada. Lebih hemat, kan?

Buat masyarakat, ya jelas untung. Kita bisa nikmatin layanan internet yang lebih cepet, kapasitasnya tinggi, dan tarifnya terjangkau. Nggak perlu lagi deh ngomel-ngomel gara-gara internet lemot. Bisa streaming film sepuasnya tanpa buffering!

Intinya sih, target Prabowo buat internet super cepet ini ambisius, tapi bukan berarti nggak mungkin. Dengan strategi yang tepat, kayak open access ini, kita bisa ngebut nyusul negara tetangga. Ya, walaupun banyak tantangan yang harus dihadapi, tapi kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Gimana menurut kamu? Udah siap ngebut dengan internet 100 Mbps? Jangan lupa share pengalaman kamu di kolom komentar ya! Siapa tahu kita bisa saling bantu buat dapetin koneksi internet yang paling oke di rumah atau di tempat kerja. ***

Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇

Also Read

Bagikan:

Salsabila Rahmawati

Penggemar biologi dan lingkungan. Menulis untuk menginspirasi rasa ingin tahu dan kecintaan pada alam dan sains.

Leave a Comment