Starlink Dilarang Jualan Bebas di Indonesia? Ini Kata Operator Lokal

Starlink Dilarang Jualan Bebas di Indonesia? Ini Kata Operator Lokal
Starlink Dilarang Jualan Bebas di Indonesia? Ini Kata Operator Lokal

Kudetekno – Starlink dilarang jualan bebas di Indonesia? Waduh, seriusan nih? Belakangan ini emang lagi rame soal Starlink, layanan internet satelit punya Elon Musk, yang katanya bisa bikin internet kenceng di mana aja, bahkan di pelosok sekalipun. Tapi, kok malah dilarang jualan bebas? Nah, ini nih yang pengen kita obrolin santai kali ini. Kenapa sih kok bisa begitu? Apa kata operator lokal? Simak terus ya!

Reaksi Operator Lokal Terhadap Larangan Starlink

Jadi gini, ceritanya Kementerian Komunikasi dan Digital (Kominfo) itu melarang Starlink buat jualan perangkat jelajah secara bebas. Perangkat jelajah itu kayak modem yang bisa dibawa-bawa gitu, yang bikin kamu bisa internetan di mana aja, bahkan di mobil yang lagi jalan sekalipun. Larangan ini keluar setelah Starlink sempet buka pendaftaran pelanggan baru lagi. Nah, reaksi dari operator lokal gimana? Ya jelas dong, ada yang nggak seneng!

Posisi ATSI Terhadap Starlink

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), itu loh wadahnya para operator telekomunikasi di Indonesia, kayak Telkomsel, Indosat, XL, dan lain-lain, punya pandangan sendiri soal ini. Menurut mereka, kalau Starlink jualan perangkat jelajah, ya jelas jadi pesaing mereka dong! Bayangin aja, selama ini mereka udah bangun infrastruktur mahal-mahal di darat, eh tiba-tiba ada Starlink yang bisa langsung nawarin internet ke mana aja lewat satelit. Kayak lagi jualan es teh di kutub utara, nggak ada saingan!

“Ya kalau kita melihatnya sekarang ini kan kita mobile operator, anggota ATSI ini kan mobile operator. Kalau Starlink itu (jualan) jelajahnya ya menjadi pesaing,” kata Direktur Eksekutif ATSI, Pak Marwan O. Baasir, waktu ketemu wartawan di Jakarta. Wajar sih kalau mereka mikir gitu, secara bisnis kan ya?

Rekomendasi KPPU Soal Starlink

Nah, selain ATSI, ada juga nih Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang ikut nimbrung. Mereka udah bikin kajian soal masuknya Starlink ke Indonesia. Intinya sih, KPPU nyaranin supaya pemerintah memprioritaskan penggunaan internet satelit LEO (Low Earth Orbit) kayak Starlink itu buat daerah-daerah 3T: Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Jadi, biar yang di pelosok-pelosok juga bisa merasakan internet kenceng kayak di kota.

“Rekomendasi sudah jelas (harus ada) kerja sama menjadi backhaul itu dari KPPU, ngapain lagi mereka mengajukan (jualan perangkat) jelajah,” lanjut Pak Marwan. Backhaul itu maksudnya, Starlink jadi semacam penyedia jaringan utama buat operator lokal di daerah-daerah yang susah dijangkau infrastruktur darat. Jadi, nggak langsung jualan ke end user, tapi lewat operator lokal dulu. Lebih fair lah ya?

Alasan Pemerintah Melarang Penjualan Perangkat Jelajah Starlink

Terus, kenapa sih pemerintah ngelarang Starlink jualan perangkat jelajah? Alasannya, ya karena itu udah jadi komitmen awal mereka pas mau beroperasi di Indonesia. Jadi, ceritanya, biar adil dan nggak ngerusak pasar yang udah ada.

Komitmen Starlink di Indonesia

Kominfo pengen Starlink fokus buat nyediain internet di daerah-daerah yang emang susah dijangkau, bukan malah jadi pesaing langsung buat operator lokal yang udah investasi besar-besaran. Kayak main bola, ada aturannya biar nggak saling sikut.

Batasan Penggunaan Starlink yang Diizinkan

Jadi, penggunaan Starlink itu dibolehin asal statis. Maksudnya, ya dipake di rumah, di kantor, atau di area-area yang emang butuh koneksi internet tapi susah dijangkau. Kalau buat dipasang di mobil yang lagi jalan-jalan, itu nggak boleh. Kecuali… di kapal laut. Nah, kalau di kapal laut masih dibolehin, asal kapalnya gerak nggak lebih dari tujuh hari. Kenapa gitu? Ya mungkin biar pelaut juga bisa tetep eksis di sosmed kali ya, hehe.

Sanksi Jika Melanggar Ketentuan

Terus, kalau Starlink ngeyel dan tetep jualan perangkat jelajah secara bebas gimana? Nah, ini yang serem. Kominfo nggak segan-segan bakal nyabut izin operasinya di Indonesia. “Kalau ada, ditemukenali, misalnya dia menjelajah di dalam mobil, kita akan cabut landing right di Indonesia. Pokoknya kita tegur, kita akan minta hentikan sampai dia memenuhi syaratnya. Itu kewajiban dia untuk tidak menjual itu,” tegas Pak Wayan dari Kominfo. Wah, serius juga nih.

Intinya sih, pemerintah pengen Starlink itu mainnya yang bener, sesuai aturan yang udah disepakati. Biar nggak ada yang dirugikan dan semua bisa dapet manfaat dari teknologi internet.

Gimana menurut kamu? Agak ribet ya urusannya? Ya begitulah, namanya juga bisnis, banyak kepentingan yang harus dipertimbangkan. Tapi, yang jelas, semoga aja dengan adanya Starlink ini, internet di Indonesia makin merata dan makin kenceng, terutama buat yang di pelosok-pelosok. Jadi, nggak ada lagi tuh cerita susah sinyal pas lagi video call sama keluarga. Atau pas lagi mau download film kesayangan, eh buffering mulu. Kan nyebelin!

Semoga aja ke depannya ada solusi yang win-win solution buat semua pihak. Biar Starlink bisa tetep beroperasi di Indonesia, tapi juga nggak ngerusak ekosistem yang udah ada. Dan yang paling penting, masyarakat Indonesia bisa dapet akses internet yang lebih baik. Setuju kan? Nah, kalau kamu punya pengalaman atau pendapat soal Starlink ini, jangan ragu buat share di kolom komentar ya! Siapa tahu kita bisa diskusi seru bareng. ***

Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇

Also Read

Bagikan:

Salsabila Rahmawati

Penggemar biologi dan lingkungan. Menulis untuk menginspirasi rasa ingin tahu dan kecintaan pada alam dan sains.

Leave a Comment