Telkom Lepas Bisnis Fiber ke InfraNexia, Kesepakatan Raksasa Senilai Rp35 Triliun!

Telkom Lepas Bisnis Fiber ke InfraNexia, Kesepakatan Raksasa Senilai Rp35 Triliun!
Telkom Lepas Bisnis Fiber ke InfraNexia, Kesepakatan Raksasa Senilai Rp35 Triliun!

Kudetekno – Telkom, perusahaan telekomunikasi raksasa itu, baru aja bikin gebrakan gede-gedean! Mereka melepas bisnis fiber optiknya ke InfraNexia, dan seriusan, nilai kesepakatannya itu bikin mata melotot: Rp35 triliun! Bayangin deh, duit segitu banyaknya mau dipake buat apa aja ya? Tapi yang jelas, langkah ini tuh kayak transformasi besar-besaran buat TelkomGroup, khususnya dalam urusan infrastruktur digital. Jadi, kira-kira kenapa ya mereka sampai rela melepas bisnis fiber yang kayaknya menguntungkan itu?

Alasan di Balik Pemisahan Bisnis Fiber

Oke, gini deh. Kayaknya ada dua alasan utama yang bikin Telkom akhirnya mutusin buat “pisah ranjang” sama bisnis fibernya. Dua-duanya penting dan saling berkaitan, jadi simak baik-baik ya!

Kebutuhan Konektivitas Tinggi

Pernah nggak sih kamu ngerasa internet lemot pas lagi asik-asikan nonton streaming? Nah, itu dia masalahnya! Kebutuhan konektivitas itu makin hari makin tinggi, apalagi sekarang semua serba digital. Dari kerja, sekolah, sampai hiburan, semuanya butuh internet yang kenceng. Telkom nyadar banget soal ini, makanya mereka pengen fokus buat nyediain infrastruktur yang bener-bener mumpuni. Dengan “melepas” bisnis fiber ke InfraNexia, mereka bisa lebih fokus ke pengembangan teknologi yang lebih canggih.

Transformasi Korporasi

Jujur aja, aku juga sempat mikir, “Kok Telkom malah ngelepas bisnis yang udah jalan?” Tapi ternyata, ini semua bagian dari strategi transformasi korporasi yang lebih besar. Mereka pengen bikin fondasi bisnis infrastruktur digitalnya makin kuat. Tujuannya? Ya jelas, biar bisa bersaing di pasar global dan ngasih nilai tambah buat semua pihak yang terlibat. Ibaratnya, ini tuh kayak “bersih-bersih” biar bisa lari lebih kenceng.

Detail Kesepakatan dengan InfraNexia

Terus, kesepakatannya tuh kayak gimana sih? Ini dia beberapa detail penting yang perlu kamu tau:

Struktur Kepemilikan Saham

Walaupun bisnis fibernya udah “pisah”, Telkom ternyata masih megang saham InfraNexia lho, bahkan lebih dari 99,9%! Jadi, sebenernya ini tuh kayak anak perusahaan gitu, tapi operasinya lebih mandiri. Mereka bilang, InfraNexia bakal beroperasi secara netral, jadi bisa ngelayanin pelanggan internal TelkomGroup maupun pelanggan dari luar.

Aset yang Dikelola InfraNexia

Nah, aset-aset yang dikelola InfraNexia ini juga nggak main-main. Lebih dari 50% total aset jaringan fiber Telkom diserahin ke mereka! Ini termasuk segmen akses, aggregation, backbone, dan infrastruktur pendukung lainnya. Wah, gede juga ya asetnya.

Strategi Global yang Diikuti Telkom

Ternyata, apa yang dilakuin Telkom ini bukan hal baru di dunia telekomunikasi. Beberapa operator besar di negara lain juga udah ngelakuin hal yang sama. Sebut aja Telstra di Australia, Telecom Italia, Telefonica, O2, sampai CETIN di Republik Ceko. Mereka semua sukses ningkatin efisiensi dan nilai bisnis dengan bikin entitas pengelola infrastruktur yang terpisah. Jadi, Telkom kayak ngikutin jejak mereka gitu deh. Ya, walaupun kadang bikin tambah bingung juga sih… tapi intinya, mereka pengen jadi lebih efisien dan kompetitif.

InfraNexia: Jenama Baru dengan Ambisi Besar

Dengan lahirnya InfraNexia, berarti ada pemain baru nih di dunia infrastruktur digital Indonesia. Tapi, apa sih yang bikin InfraNexia beda?

Fokus Operasional dan Efisiensi

InfraNexia punya fokus yang jelas: ngelola infrastruktur jaringan fiber dengan lebih efisien. Mereka berkomitmen buat memperluas cakupan infrastruktur dan ngedorong inovasi berkelanjutan. Dengan fokus yang lebih tajam, diharapkan mereka bisa ngasih layanan yang lebih andal, transparan, dan kompetitif.

Produk dan Layanan InfraNexia

Nah, produk dan layanan InfraNexia ini juga lumayan lengkap. Ada Metro-E, SL-WDM, Global Link, IP Transit, Passive Access, VULA, dan Bitstream. Selain itu, mereka juga ngembangin white label FTTX buat pelanggan wholesale. Intinya sih, mereka pengen jadi penyedia layanan konektivitas yang komprehensif.

Proses Pemisahan dan Penasihat Keuangan

Proses pemisahan bisnis fiber ini juga nggak sembarangan lho. Telkom ngikutin semua peraturan OJK dan ngejaga transparansi. Buat ngedukung transaksi ini, mereka ngegandeng BNI Sekuritas sebagai penasihat keuangan dan Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro (ABNR) sebagai penasihat hukum. Seriusan deh, ini tuh kayak proyek gede yang butuh banyak orang pintar.

Jadi, gimana menurutmu? Apakah langkah Telkom ini bakal jadi terobosan yang positif buat perkembangan infrastruktur digital di Indonesia? Atau malah bikin kita tambah bingung? Yang jelas, dengan adanya InfraNexia, persaingan di dunia telekomunikasi bakal makin seru nih. Kita sebagai konsumen sih, semoga aja bisa ngerasain manfaatnya, misalnya internet yang lebih kenceng dan harga yang lebih terjangkau. Nah, buat kamu yang punya pengalaman atau pendapat soal ini, jangan ragu buat berbagi di kolom komentar ya! Siapa tau obrolan kita bisa bikin Telkom atau InfraNexia dengerin suara kita. ***

Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇

Also Read

Bagikan:

Salsabila Rahmawati

Penggemar biologi dan lingkungan. Menulis untuk menginspirasi rasa ingin tahu dan kecintaan pada alam dan sains.

Leave a Comment