Thorium, Benarkah Energi Masa Depan yang Bikin China Jadi Sorotan?

Thorium, Benarkah Energi Masa Depan yang Bikin China Jadi Sorotan?
Thorium, Benarkah Energi Masa Depan yang Bikin China Jadi Sorotan?

Kudetekno – Thorium lagi jadi buah bibir banget nih, gara-gara China ngaku-ngaku punya sumber energi super banyak dari situ. Katanya sih, cukup buat nyetok energi mereka selama 60 ribu tahun! Gile, kan? Jadi penasaran nggak sih, sebenernya thorium itu apaan dan kenapa bisa dibilang energi masa depan? Nah, di sini kita bakal ngobrolin habis soal thorium, dari A sampe Z, plus minusnya, dan kenapa banyak yang naksir berat sama potensinya sebagai sumber energi alternatif. Penasaran? Yuk, lanjut!

Apa Itu Thorium?

Oke, jadi gini, thorium itu logam yang rada-rada radioaktif, tapi nggak kayak radioaktif di film-film superhero gitu, ya. Jumlahnya lumayan banyak di bumi, nggak langka-langka amat lah. Bahkan, katanya sih, lebih banyak dari uranium. Uniknya, thorium ini nyebar di mana-mana, kayak di India, Turki, Brazil, bahkan di negara kita juga mungkin ada, cuma belum kedeteksi aja eh.

Nah, yang bikin seru, beberapa ilmuwan bilang thorium ini bisa jadi jawaban buat masalah energi nuklir. Tapi, inget ya, thorium itu bukan bahan bakar langsung kayak uranium. Jadi, bedanya gini nih, uranium itu “fisil”, alias bisa bikin reaksi berantai sendiri kalo dikumpulin di satu tempat. Ibaratnya, kayak nyalain api unggun, sekali nyala, langsung gede.

Kalo thorium? Dia itu “fertil”. Artinya, dia perlu “dipancing” dulu. Jadi, thorium ini harus dibombardir sama neutron (semacam ditembakin partikel gitu lah) di dalam reaktor. Nah, baru deh dia berubah jadi isotop uranium-233 yang fisil. Uranium-233 ini yang nantinya bisa dipake buat menghasilkan energi. Jadi, kayak bikin api, tapi butuh korek dulu, gitu deh gampangnya. Seriusan deh, fisika nuklir emang kadang bikin mumet!

Kelebihan dan Kekurangan Thorium

Dulu banget, thorium ini udah dipake sama ilmuwan kayak Marie Curie dan Ernest Rutherford buat eksperimen fisika nuklir. Tapi, pas Perang Dunia II, uranium sama plutonium jadi lebih ngetren karena bisa langsung dipake buat bikin bom. Glek.

Nah, sekarang, buat pembangkit listrik, thorium punya beberapa kelebihan yang lumayan oke. Uranium-233 yang dihasilkan dari thorium itu bahan bakarnya lebih efisien daripada uranium-235 atau plutonium. Reaktornya juga katanya lebih aman, nggak gampang meleleh karena bisa beroperasi di suhu yang lebih tinggi. Udah gitu, limbahnya juga nggak separah plutonium.

Bahkan, ada yang bilang reaktor thorium bisa ngebantu ngancurin tumpukan plutonium berbahaya yang udah ada sejak tahun 50-an. Mantap, kan?

Selain itu, beberapa ilmuwan juga bilang reaktor thorium ini lebih tahan sama proliferasi (penyebaran senjata nuklir). Soalnya, buat misahin uranium-233 dari limbahnya dan bikin bom itu butuh teknologi yang lebih canggih. Jadi, nggak semua orang bisa bikin bom nuklir dari thorium. Ya, walaupun kadang bikin tambah bingung juga sih, mikirin bom nuklir.

Tapi, ya namanya juga hidup, nggak ada yang sempurna. Thorium juga punya kekurangan. Thorium dan uranium-233 itu radioaktifnya lebih “nakal” kalo diproses secara kimia. Jadi, lebih susah diolah, dan batang bahan bakarnya juga lebih ribet dibikin. Eh, iya, inget kan? Thorium itu bukan bahan bakar langsung.

“Kalo kita mau nyalain planet kita pake siklus bahan bakar yang pake thorium dan uranium-233, uranium-233 yang cukup harus diproduksi di reaktor lain dulu, buat ngisi bahan bakar reaktor uranium-233 yang pertama,” kata Steve Krahn, profesor dari Vanderbilt University.

Intinya, harus ada “reaktor induk” dulu buat bikin bahan bakar buat reaktor thorium. Ribet? Ya, lumayan sih. Tapi, kalo udah bisa, metode buat ngolah thorium-232 dan uranium-233 secara kimia dan bikin bahan bakar dari keduanya udah lumayan mapan kok. Cuma, ya itu tadi, fasilitasnya perlu dibangun dulu. Kayak nungguin mie instan mateng padahal cuma 3 menit, sabar ya!

Thorium untuk Energi

Oke, sekarang kita ngomongin gimana caranya thorium bisa dipake buat energi. Ada beberapa cara sih. Salah satunya yang lagi diuji sekarang, itu pake bahan bakar thorium/uranium-232 padat di reaktor berpendingin air konvensional. Mirip kayak pembangkit listrik tenaga nuklir yang pake uranium sekarang.

Faktanya, lebih dari 20 reaktor di seluruh dunia udah pernah dioperasikan pake bahan bakar yang dibikin dari thorium dan uranium-233. Seriusan!

Tapi, yang lebih menarik lagi buat para ilmuwan dan pendukung tenaga nuklir, itu adalah reaktor garam cair. Di reaktor ini, bahan bakarnya dilarutin dalam garam cair, yang juga berfungsi sebagai pendingin reaktor.

Garam cair ini punya titik didih yang tinggi, jadi bisa lebih efisien dalam pembangkitan listrik. Udah gitu, kalo ada lonjakan suhu, nggak bakal bikin kecelakaan reaktor parah kayak yang terjadi di Fukushima, Jepang. Jadi lebih aman gitu deh.

Reaktor kayak gini emang kedengeran kayak cerita fiksi ilmiah. Tapi, beneran lho, reaktor kayak gitu pernah dioperasikan di Amerika Serikat tahun 1960-an. Dan sekarang, lagi dibangun di Gurun Gobi di China. Gokil, kan? China emang jagonya kalo soal teknologi!

Jadi, gimana? Thorium emang punya potensi buat jadi energi masa depan, tapi masih banyak tantangan yang harus diatasi. Dari mulai ngolah bahan bakarnya sampe bangun reaktor yang aman dan efisien. Tapi, kalo berhasil, bisa jadi solusi buat masalah energi kita nih. Gimana menurut kamu? Tertarik buat nyoba? Atau mungkin punya pendapat lain? Share dong! ***

Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇

Also Read

Bagikan:

Fikri Maulana

Suka ngulik fisika dan hal-hal yang kelihatan rumit tapi sebenernya seru banget. Nulis biar sains nggak cuma jadi teori di buku.

Leave a Comment