Video Pendek Bikin Otak Lemot? Ini yang Perlu Kamu Tahu

Video Pendek Bikin Otak Lemot? Ini yang Perlu Kamu Tahu
Video Pendek Bikin Otak Lemot? Ini yang Perlu Kamu Tahu

Kudetekno – Video pendek… siapa sih yang nggak suka? Apalagi kalau lagi bosen, scroll-scroll TikTok atau Reels Instagram emang paling asik. Tapi, pernah nggak sih kamu ngerasa, kok jadi susah ya fokus? Kayak baca buku aja nggak kuat lama, bawaannya pengen buka HP terus. Jangan-jangan video pendek ini biang keroknya? Nah, bener nggak sih video pendek bikin otak jadi lemot? Kita bahas yuk, biar nggak penasaran lagi!

Dampak Video Pendek pada Rentang Perhatian

Jujur aja, aku juga sempat mikir gitu. Dulu bisa marathon nonton film berjam-jam, sekarang 10 menit aja udah gelisah pengen ngapain gitu. Ternyata, emang ada penelitiannya lho. Studi dari Griffith University di Australia, yang menganalisis banyak survei dengan ribuan orang, nemuin kalau sering nonton video pendek itu ada hubungannya sama penurunan rentang perhatian dan kemampuan buat nahan diri. Seriusan? Iya, serius! Bayangin aja, otak kita terus-terusan dibombardir sama informasi cepet dan ganti-ganti, ya lama-lama jadi kebiasaan deh.

Psikolog Jonathan Haidt, penulis buku yang lagi hits banget, The Anxious Generation, bahkan bilang gini, “Dulu saya kira kerusakan utama dari media sosial itu ke kesehatan mental remaja. Sekarang, saya percaya kerusakan global terhadap kemampuan manusia untuk memusatkan perhatian mungkin jauh lebih besar dampaknya.” Waduh, ngeri juga ya? Dia juga menambahkan, kayaknya umat manusia jadi makin nggak fokus gara-gara teknologi, padahal mesin-mesin makin pinter. Intinya sih, gara-gara smartphone dan kebiasaan scroll layar itu.

Pengakuan Pengguna: Sulit Fokus dan Kecanduan

Dan efeknya ini nggak cuma buat anak muda aja lho ya. John, seorang mahasiswa umur 27 tahun dari Michigan, cerita kalau video pendek kayak TikTok, Reels, dan Story Instagram itu bikin dia dan ibunya (yang udah Boomer) jadi susah fokus. Dia jadi susah nonton TV tanpa megang HP, bahkan makan aja harus sambil buka medsos. Pernah ngerasain kayak gitu? Aku sih sering banget.

“Di kelas, sulit rasanya fokus pada perkataan profesor selama lebih dari beberapa menit tanpa cek ponsel atau buka LinkedIn. Rasanya seperti sebuah dorongan paksa,” kata John. Bener banget kan? Kayak ada yang narik-narik buat buka HP.

Dia juga bilang ibunya yang udah pensiun itu bisa habis 3-4 jam sehari buat main Facebook. “Saya melihat kecanduan Facebook pada orang tua dengan efek jauh lebih merugikan bagi mereka daripada saya, karena setidaknya saya menyadari taktik-taktik medsos. Orang tua Boomer saya tak paham,” tambahnya. Jadi, nggak cuma anak muda aja ya yang kena dampaknya.

Penjelasan Ilmiah: Pembiasaan Otak dan Penurunan Kemampuan Kognitif

Kenapa sih kok bisa gitu? Ternyata, peneliti dari Griffith University bilang kalau hubungan negatif antara perhatian dan konten pendek itu konsisten di semua umur dan platform media sosial. Jadi, nggak peduli kamu umur berapa atau main apa, efeknya tetep sama.

“Paparan berulang terhadap konten bertempo cepat dan berstimulasi tinggi dapat berkontribusi pada pembiasaan, di mana pengguna jadi kurang peka terhadap tugas kognitif lebih lambat dan butuh usaha lebih, seperti membaca, memecahkan masalah, atau pembelajaran mendalam. Proses ini mungkin bertahap melemahkan kemampuan otak mempertahankan perhatian pada satu tugas,” jelas para peneliti.

Gampangnya gini, otak kita jadi terbiasa sama konten yang cepet dan gampang dicerna. Begitu ketemu sama sesuatu yang butuh mikir lebih lama, otak jadi males dan nggak mau kerja keras. Kayak nungguin mie instan mateng padahal cuma 3 menit, rasanya lama banget ya kan?

Pengalaman Para Pendidik: Siswa Sulit Duduk Diam

Para guru juga ngerasain dampaknya lho. Murphy Kenefick, seorang guru sastra di Nashville, bilang kalau murid-muridnya sekarang susah banget buat duduk diam atau nyimpen pikiran di kepala. Bayangin aja, lagi nerangin pelajaran, eh muridnya malah sibuk main HP. Bikin pusing ya?

Bahkan, beberapa guru juga mulai ngerasain gejala yang sama pada diri mereka sendiri. Jordan Snow, mantan guru sejarah SMA, yang dulu bisa baca ratusan buku, sekarang malah susah banget baca buku gara-gara medsos. “Saya tidak mampu menonton film tanpa mengambil ponsel hanya untuk menggulir layar,” katanya. Ironis banget ya?

Solusi: Batasi Penggunaan Media Sosial

Terus, gimana dong solusinya? Ya, batasi penggunaan media sosial! Emang susah sih, apalagi kalau udah kecanduan. Tapi, harus dicoba! Survei tahun 2024 dari Common Sense Media nemuin kalau mayoritas (51%) orang dewasa muda umur 18-22 tahun percaya kalau medsos itu udah bikin rentang perhatian mereka berkurang. Jadi, mereka sadar kok sama efek negatifnya.

Hiba Belghazi, mahasiswa psikologi di Montreal, cerita kalau dia dulu kecanduan YouTube banget. Tapi, dia pengen banget baca 52 buku tahun ini, dan dia hampir berhasil! Rahasianya? Dia hapus aplikasi medsos dan YouTube! “Muncul emosi-emosi yang selama ini saya pendam, kegelisahan yang selama ini saya redam dengan YouTube. Itu adalah keinginan untuk melakukan sesuatu. Kita sangat meremehkan betapa besarnya potensi manusia yang terbuang dan energi yang terkuras oleh aplikasi-aplikasi ini,” ujarnya. Bener banget! Kita jadi nggak produktif gara-gara medsos.

Jadi intinya, video pendek emang bisa bikin otak kita jadi kurang fokus. Tapi, bukan berarti kita harus berhenti total main medsos ya. Yang penting, kita harus sadar dan bisa batasi diri. Coba deh, mulai kurangin dikit-dikit, terus ganti sama kegiatan yang lebih bermanfaat. Misalnya, baca buku, olahraga, atau ngobrol sama temen. Siapa tahu, hidup kita jadi lebih berkualitas tanpa video pendek terus-terusan. Gimana, berani coba? Sharing dong pengalamanmu soal dampak video pendek ini di kolom komentar! ***

Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇

Also Read

Bagikan:

Salsabila Rahmawati

Penggemar biologi dan lingkungan. Menulis untuk menginspirasi rasa ingin tahu dan kecintaan pada alam dan sains.

Leave a Comment