Kudetekno – Waduh, gawat nih! Serangan phishing sekarang udah nggak main-main, guys. Dulu, paling banter mereka nyolong password atau data login. Sekarang? Mereka ngincer sidik jari sama tanda tangan digital kita! Seriusan deh, ini bukan lagi film action tapi udah jadi kenyataan. Kita semua wajib waspada sama taktik penipuan baru yang makin canggih berkat bantuan kecerdasan buatan alias AI.
Ancaman Phishing yang Semakin Canggih
Pernah nggak sih kamu ngerasa kayak… “Ih, kok email ini meyakinkan banget ya?” Nah, itu dia bahayanya. Sekarang phishing udah nggak kayak dulu yang ejaannya belepotan dan desainnya kayak situs tahun 90-an. Mereka udah naik level, bro!
Peningkatan Serangan Phishing Berbasis AI
Jadi gini, menurut laporan terbaru dari Kaspersky, ada lebih dari 142 juta klik tautan phishing yang berhasil dicegat di kuartal II 2025. Bayangin aja, segitu banyaknya! Naik 3,3% dari kuartal sebelumnya, lho. Ini semua gara-gara taktik penipuan berbasis AI yang bikin kita makin susah bedain mana yang asli, mana yang palsu. “Konvergensi AI dan taktik mengelak telah mengubah phishing menjadi tiruan komunikasi sah yang hampir alami,” kata Olga Altukhova, pakar keamanan di Kaspersky, seperti yang dikutip dari siaran pers. Emang bener sih, sekarang phishing tuh udah kayak sulap, susah banget ditebak!
Target Baru: Data Biometrik dan Tanda Tangan Digital
Dulu, mereka puas nyuri password. Sekarang? Mereka pengen yang lebih berharga: data biometrik kayak sidik jari, wajah, bahkan tanda tangan digital kita! Jujur aja, aku juga sempat mikir, “Emang bisa ya nyolong sidik jari?” Ternyata, bisa banget! Mereka bikin situs palsu yang minta akses kamera buat “verifikasi akun”, padahal mah buat nyolong data biometrik kita terus dijual di dark web. Ngeri nggak tuh?
Modus Operandi Pelaku Phishing
Nah, ini nih yang bikin geleng-geleng kepala. Pelaku phishing sekarang pinter banget manfaatin teknologi. Mereka bisa bikin deepfake audio dan video yang mirip banget sama orang yang kita kenal. Misalnya, mereka niru suara atasan kita atau bahkan petugas bank, terus minta kode autentikasi dua faktor (2FA). Padahal, itu semua cuma akal-akalan mereka!
AI juga bantu mereka bikin pesan yang nyaris sempurna, tanpa kesalahan tata bahasa sedikit pun. Mulai dari email bisnis sampai percakapan di Telegram, semuanya keliatan meyakinkan. Bahkan, ada chatbot AI yang bisa diajak ngobrol lama buat bangun kepercayaan kita sebelum akhirnya ngejebak kita dalam skema investasi bodong atau penipuan asmara. Duh, pusing kan?
Eh, ngomong-ngomong soal Telegram, mereka juga manfaatin layanan kayak Google Translate dan Telegram buat nyembunyiin tautan berbahaya. Jadi, tautan phishing itu seolah-olah jadi tautan resmi Google. Licik banget emang! Bahkan, beberapa situs phishing nambahin Captcha palsu biar keliatan lebih aman. Kan, jadi bingung, ya?
Intinya sih, mereka ngincer data yang nggak bisa diubah, kayak wajah, sidik jari, sama tanda tangan digital. Rasanya kayak nungguin mie instan mateng padahal cuma 3 menit, deg-degan terus!
Cara Menghindari Serangan Phishing AI
Oke, sekarang pertanyaannya: gimana caranya kita bisa ngelawan para phisher ini? Tenang, ada kok caranya. Walaupun kadang bikin tambah bingung juga sih, tapi lebih baik kita usaha daripada jadi korban, kan?
Tips dari Kaspersky
Kaspersky nyaranin kita buat lebih skeptis sama pesan atau panggilan yang nggak dikenal, meskipun keliatan sah. Jadi, jangan langsung percaya gitu aja, ya.
- Jangan pernah bagiin kode autentikasi dua faktor (2FA) ke siapa pun! Ini penting banget. Kode 2FA itu kunci brankas kita, jangan sampai jatuh ke tangan yang salah.
Waspadai video dengan gerakan wajah aneh atau penawaran yang terlalu muluk. Bisa jadi itu deepfake*! Ingat, nggak ada makan siang gratis.
- Tolak permintaan akses kamera dari situs yang belum diverifikasi. Kalau ada situs aneh minta akses kamera, langsung tolak aja. Jangan kasih kesempatan!
Hindari upload tanda tangan digital ke platform
- yang nggak dikenal. Tanda tangan digital itu kayak tanda tangan basah kita, jangan sampai disalahgunain.
Gunakan solusi keamanan kayak Kaspersky Next buat perusahaan atau Kaspersky Premium buat individu. Ini bisa bantu blokir situs dan pesan phishing*.
Ya, walaupun kadang ribet juga sih, tapi demi keamanan data kita, nggak ada salahnya kan buat lebih hati-hati? Jangan sampai kita jadi korban phishing yang semakin canggih ini. Lebih baik sedia payung sebelum hujan, betul nggak?
Nah, gitu deh kira-kira gambaran besarnya. Sekarang phishing udah nggak kayak dulu, udah canggih banget berkat AI. Jadi, kita semua harus lebih waspada dan hati-hati. Jangan sampai data pribadi kita dicuri dan disalahgunakan. Semoga artikel ini bermanfaat ya buat kamu. Jangan lupa share ke teman-teman kamu biar mereka juga ikutan waspada! Dan, kalau kamu punya pengalaman tentang phishing, boleh banget lho di share di kolom komentar. Kita saling berbagi biar makin aman! ***
Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇









