Kudetekno – WhatsApp dan Panggilan Video Lainnya Terancam Dibatasi di Indonesia? Ini Alasannya!
Pernah nggak sih kamu ngerasa kesel pas lagi asik video call-an di WhatsApp, tiba-tiba putus-putus? Atau suara temen jadi kayak robot rusak? Nah, kayaknya pemerintah juga ikutan gregetan nih. Seriusan, ada wacana panggilan telepon dan video di aplikasi kayak WhatsApp, Skype, Instagram, Zoom, dan Google Meet bisa dibatasi di Indonesia! Loh, kok bisa? Apa alasannya? Yuk, kita bahas santai di sini.
Alasan Pembatasan Layanan VoIP
Jadi gini ceritanya, guys. Pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), lagi mikirin gimana caranya biar semua pihak sama-sama enak. Bayangin deh, operator telekomunikasi itu kan udah jor-joran investasi buat bangun jaringan internet di seluruh pelosok Indonesia. Biar kita bisa lancar jaya streaming drakor, atau nge-game online tanpa ngelag. Tapi, aplikasi-aplikasi macem WhatsApp ini, yang kita pake buat nelpon dan video call gratisan lewat internet, itu kayaknya nggak ikut nimbrung nyumbang pembangunan infrastruktur itu.
Ketidakseimbangan Kontribusi
“Tujuannya agar sama-sama menguntungkan. Sekarang kan nggak ada kontribusi dari teman-teman OTT itu, berdarah-darah yang bangun investasi itu operator seluler,” gitu kata Pak Denny Setiawan, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital, Kementerian Komdigi, waktu ngobrol sama media. Intinya sih, Komdigi pengen ada semacam keadilan gitu. Operator udah capek-capek bangun jaringan, eh, yang nikmatin bandwidth-nya malah pihak lain tanpa ikut andil.
Perbandingan dengan Uni Emirat Arab
Terus, ide pembatasan ini dapat inspirasi dari mana? Nah, ternyata Uni Emirat Arab (UEA) udah duluan lho, menerapkan kebijakan serupa. Di sana, layanan telepon dan video di WhatsApp itu nggak bisa dipake. Tapi tenang, layanan dasar kayak chat-an sih masih aman. Jadi, kita masih bisa kirim stiker kucing atau curhat panjang lebar sama temen. Rasanya kayak gimana ya, kalau kita nggak bisa video call-an lagi di WhatsApp? Jujur aja, aku juga sempat mikir, “Ah, ribet juga ya kalau gini…”
Opsi Kewajiban Quality of Service (QoS)
Tapi, jangan panik dulu! Kalau pembatasan layanan dasar kayak di UEA itu nggak memungkinkan, pemerintah punya opsi lain. Namanya kewajiban Quality of Service (QoS). Apaan tuh? Jadi, sederhananya, pemerintah pengen aplikasi-aplikasi VoIP ini memperhatikan kualitas panggilan telepon dan video mereka. Selama ini kan kadang suaranya nggak jelas, gambarnya burik, kayak lagi nonton TV jaman batu. Nah, dengan QoS ini, diharapkan kualitasnya bisa ditingkatkan. Minimal, nggak bikin emosi jiwa pas lagi meeting online.
Proses Kebijakan Masih Panjang
Eh, tapi ini semua masih jauh dari kata final, guys. Jangan langsung demo di depan kantor Kominfo dulu. “Masih wacana, masih diskusi,” jelas Pak Denny. Jadi, masih ada proses panjang yang harus dilalui. Pemerintah bakal ngajak ngobrol berbagai pihak terkait, termasuk operator telekomunikasi, penyedia aplikasi VoIP, dan tentunya, kita sebagai pengguna. Mereka pengen cari jalan tengah, gimana caranya tetep nyediain layanan yang dibutuhkan masyarakat, tapi juga adil buat semua pihak. Kayak nyari resep rendang yang pas, nggak terlalu pedas, nggak terlalu manis, tapi tetep bikin nagih.
Jadi, intinya sih, wacana pembatasan panggilan WhatsApp dan lainnya ini masih jauh dari final. Masih banyak yang harus didiskusikan dan dipertimbangkan. Kita sebagai pengguna, ya, siap-siap aja dengan segala kemungkinan. Siapa tahu, nanti kita jadi lebih sering nelpon biasa atau ketemu langsung sama temen, biar lebih kerasa interaksinya. Eh, ngomong-ngomong soal interaksi, kayaknya ini juga perlu dibahas deh: gimana ya caranya kita tetep bisa berkomunikasi lancar jaya tanpa harus khawatir kuota jebol atau kualitas video call ancur? Mungkin ada ide atau pengalaman yang mau kamu share?
Ya, walaupun kadang bikin tambah bingung juga sih, tapi setidaknya kita jadi lebih aware sama isu ini. Siapa tahu, dengan adanya diskusi kayak gini, kita bisa sama-sama nyari solusi yang terbaik buat semua pihak. Jadi, buat kamu yang baca artikel ini, coba deh pikirin, gimana menurutmu soal wacana pembatasan ini? Setuju nggak? Atau punya ide lain? Share pendapatmu di kolom komentar ya! Siapa tahu, ide kamu bisa jadi inspirasi buat pemerintah! ***
Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇









