Kudetekno – Zuckerberg, Instagram Ternyata Lebih Bahaya dari yang Kita Kira? Seriusan deh, ini bukan clickbait. Sebuah gugatan hukum gede banget lagi nyeret nama Meta, induknya Instagram, dan tuduhannya… bikin merinding! Katanya sih, Instagram itu lebih bahaya dari yang kita kira, terutama buat anak-anak. Kenapa? Yuk, kita bahas santai sambil ngeteh!
Tuduhan Serius Terhadap Meta
Jadi gini, ada berkas perkara tebel banget diajuin, isinya gugatan ke empat raksasa medsos. TikTok, Google, Snapchat juga kena, tapi Meta yang paling disorot. Katanya, mereka tuh sengaja nutup-nutupin bahaya Instagram buat penggunanya yang masih di bawah umur. Wah, parah sih ini kalau beneran.
Pola Penipuan untuk Sembunyikan Bahaya
Intinya, Meta dituduh punya pola terstruktur buat nipu. Mereka kayak sengaja bikin fitur keselamatan remaja jadi nggak efektif, bahkan diabaikan sekalian. Alasannya? Duh, klasik… duit! Mereka lebih mentingin interaksi remaja, karena itu ngasilin keuntungan yang gede banget. Pernah nggak sih kamu ngerasa kayak lagi dimanfaatin sama Instagram? Mungkin ini jawabannya.
Prioritaskan Interaksi Remaja Demi Keuntungan
Bayangin aja, demi cuan, keselamatan anak-anak kayaknya jadi nomor sekian. Ini bukan sekadar teori konspirasi, lho. Penggugatnya bukan cuma orang tua, tapi juga dewan sekolah dan jaksa agung dari berbagai negara bagian di Amerika Serikat. Jumlahnya? Lebih dari 1.800! Ini mah udah kayak demo massal di dunia hukum.
Zuckerberg Diduga Tahu dan Mengabaikan Masalah
Nah, ini yang bikin tambah panas. Katanya, si bos Meta, Mark Zuckerberg, udah tahu soal masalah ini dari lama. Tapi, dia milih buat fokus ke hal lain yang dianggapnya lebih penting. Seriusan? Anak-anak ini masa depan, bro!
Alat Moderasi AI Instagram Diabaikan
Menurut laporan yang beredar, alat moderasi AI Instagram sengaja dibiarin buta sama konten-konten yang berbau pelecehan anak dan gangguan makan. Gila, kan? Terus, nggak ada cara yang gampang buat laporin penyalahgunaan kayak gitu secara manual. Jadi, anak-anak yang jadi korban kayak nggak punya harapan gitu.
Fokus pada Metaverse Dibanding Keselamatan Anak
Denger-denger, Zuckerberg lebih milih ngurusin metaverse daripada keselamatan anak-anak. Di pesan teks yang bocor, dia bilang kalau keselamatan anak bukan prioritas utamanya. Fokusnya lebih ke bangun metaverse. Ya, walaupun kadang bikin tambah bingung juga sih. Metaverse emang penting, tapi masa’ ngorbanin keselamatan anak-anak? Rasanya kayak nungguin mie instan mateng padahal cuma 3 menit, lama banget!
Mengakali Keselamatan Anak
Nggak cuma diabaikan, keselamatan anak juga kayaknya diakali sama Meta. Ini udah level jahat sih kalau beneran kejadian.
Target Pra-Remaja Meski Melanggar Kebijakan Usia
Padahal, Instagram punya aturan usia minimum 13 tahun. Tapi, dari studi internal tahun 2018, ketahuan kalau 40% anak-anak Amerika usia 9-12 tahun tiap hari main Instagram. Terus? Zuckerberg malah nyuruh perusahaan buat tetap targetin anak-anak pra-remaja ini. Duh, Gusti!
Mengembangkan Fitur untuk Pengguna Semuda 5-10 Tahun
Yang lebih parah lagi, tim riset Meta malah mempelajari psikologi anak pra-remaja dan bikin proposal fitur baru buat anak-anak umur 5-10 tahun! Ini mah udah kayak nyiapin generasi kecanduan dari kecil. Salah satu karyawan internal Meta bahkan bilang, “Oh bagus, kita ngejar anak-anak di bawah 13 tahun sekarang? Seolah kita serius bilang kita harus bikin mereka kecanduan sejak muda.” Serem banget, kan?
Analogi Industri Rokok
Pengacara penggugat nyamain kasus ini kayak industri rokok. Meta dituduh bikin produk yang bikin kecanduan buat anak-anak, padahal mereka tahu kalau kecanduan itu bikin masalah kesehatan mental yang serius. “Kayak tembakau, ini situasi di mana ada produk berbahaya yang dipasarin ke anak-anak. Mereka tetap ngelakuin itu karena pemakaian yang lebih banyak berarti keuntungan yang lebih besar buat perusahaan,” kata Previn Warren, salah satu pengacara penggugat. Emang bener juga sih, intinya sih, ya gitu… kamu ngerti lah maksudnya.
Gimana menurutmu? Serem, kan? Jujur aja, aku juga sempat mikir, Instagram itu emang bikin kita kecanduan nggak sih? Kayaknya perlu lebih hati-hati lagi deh buat kita dan anak-anak kita. Semoga aja kasus ini bisa jadi pelajaran buat semua platform media sosial, biar lebih mikirin keselamatan penggunanya. Jangan sampai demi cuan, masa depan generasi muda dikorbanin. Sekarang giliran kamu, pernah nggak sih kamu ngerasain dampak negatif Instagram? Share dong pengalamanmu! ***
Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇









