Kudetekno – Google kembali menjadi sorotan dunia teknologi dengan berita perombakan besar di jajaran pimpinan divisi kecerdasan buatan (AI). Kepala ilmuwan legendaris, Jeff Dean, secara mengejutkan memutuskan untuk hengkang setelah mengabdi selama 27 tahun. Kepergian sosok penting ini menandai berakhirnya sebuah era panjang di raksasa teknologi tersebut.
Kepergian Jeff Dean menambah daftar panjang tokoh kunci yang meninggalkan Google belakangan ini. Fenomena ini terjadi di tengah persaingan sengit antar perusahaan teknologi dalam memimpin perlombaan pengembangan AI. Dunia teknologi pun bertanya-tanya mengenai dampak perubahan signifikan ini bagi masa depan inovasi Google.
Melalui platform X, CEO Google Sundar Pichai langsung memberikan penjelasan mengenai struktur kepemimpinan AI yang baru. Pengumuman ini bertujuan untuk memberikan kejelasan di tengah spekulasi yang mungkin timbul akibat kepergian Dean. Google bergerak cepat untuk memastikan transisi kepemimpinan berjalan mulus dan strategis.
Demis Hassabis, CEO Google DeepMind, kini akan mengemban posisi ganda sebagai ketua dan kepala ilmuwan perusahaan. Penunjukan ini menunjukkan kepercayaan besar Google terhadap visi dan kepemimpinan Hassabis di bidang AI. Ia dikenal sebagai salah satu pendiri DeepMind, laboratorium penelitian AI terkemuka yang diakuisisi Google pada tahun 2014.
Selain itu, Koray Kavukcuoglu, kepala teknologi Google DeepMind, akan memimpin langsung pengembangan model Gemini 4 terbaru. Proyek Gemini sendiri merupakan salah satu inisiatif AI paling ambisius dari Google saat ini. Penunjukan Kavukcuoglu menegaskan fokus Google pada percepatan inovasi dan pengembangan AI generatif.
Meskipun memiliki peran baru yang lebih besar di Google, Demis Hassabis akan tetap memimpin Isomorphic Labs. Startup ini fokus pada penemuan obat berbasis AI dan merupakan spin-off dari Google yang berbasis di London. Keberadaan Isomorphic Labs menunjukkan diversifikasi investasi Google dalam pemanfaatan AI untuk berbagai sektor.
Hassabis sendiri telah memimpin divisi AI Alphabet, perusahaan induk Google, selama beberapa tahun terakhir. Pengalamannya yang luas dan rekam jejaknya yang cemerlang menjadikannya pilihan strategis untuk posisi baru ini. Perombakan ini diharapkan dapat membawa energi dan arahan baru bagi upaya Google dalam dominasi AI global.
Pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan sebuah restrukturisasi fundamental dalam strategi AI Google. Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi mereka di garis depan inovasi kecerdasan buatan. Kita akan menyaksikan bagaimana kepemimpinan baru ini akan membentuk masa depan teknologi AI Google.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Kudetekno
Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇






