Kudetekno – Dunia antariksa kembali dihebohkan dengan sebuah peristiwa tak terduga. Bagian roket SpaceX seberat 4 ton dilaporkan telah menghantam permukaan Bulan. Insiden ini sontak memicu pertanyaan besar: apakah peristiwa ini berbahaya bagi Bumi?
Roket yang dimaksud adalah tahap atas dari Falcon 9 milik SpaceX yang sudah tidak lagi digunakan. Benda ini telah melayang tanpa kendali di luar angkasa selama lebih dari satu tahun. Perjalanan tak tentu arahnya berakhir dengan tabrakan di satelit alami Bumi.
Menurut laporan Associated Press, benturan terjadi pada hari Rabu, 5 Agustus 2026. Waktu kejadian diperkirakan sekitar pukul 06.35 UTC atau 13.35 WIB. Lokasi tabrakan diperkirakan berada di sekitar Kawah Einstein, dekat tepian Bulan yang terlihat dari Bumi.
Objek antariksa ini memiliki bobot yang signifikan, mencapai 3.900 hingga 4.000 kilogram. Roket sepanjang kurang lebih 12 meter itu melaju dengan kecepatan ekstrem. Kecepatannya mencapai sekitar 2,43 kilometer per detik atau 8.700 kilometer per jam saat menghantam Bulan.
Dampak langsung dari tabrakan ini tentu menciptakan kawah baru di permukaan Bulan. Namun, karena Bulan tidak memiliki atmosfer, energi benturan tidak menyebabkan ledakan besar yang terlihat dari Bumi. Peristiwa ini lebih merupakan kejadian geologis daripada bencana kosmik.
Bagi para ilmuwan, insiden ini justru menawarkan kesempatan unik untuk penelitian. Mereka dapat mempelajari lebih lanjut tentang komposisi permukaan Bulan dari material yang terlempar. Selain itu, ini juga menjadi pengingat penting tentang masalah sampah antariksa yang terus bertambah.
Pertanyaan tentang bahaya bagi Bumi dapat dijawab dengan tenang. Jarak antara Bulan dan Bumi sangat jauh, sehingga benturan di Bulan tidak langsung mengancam planet kita. Energi tabrakan tidak cukup besar untuk mengubah orbit Bulan atau menimbulkan efek signifikan terhadap Bumi.
Meskipun demikian, insiden ini menggarisbawahi perlunya manajemen sampah antariksa yang lebih baik. Objek-objek tak terkendali di orbit dapat menjadi ancaman bagi misi luar angkasa lainnya. Kesadaran akan keberlanjutan ruang angkasa menjadi semakin krusial di era eksplorasi modern.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Kudetekno
Punya cara lain, saran, atau malah cerita lucu seputar topik ini? Yuk sharing di kolom komentar! Atau langsung ngobrol bareng tim KudeTekno di WhatsApp.👇






